Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Selasa, 14 April 2026
Kis 4:32-37
Mzm 93:1-2,5
Yoh 3:7-15
Menerima Pembaruan-Nya
Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. – Yoh 3:7
Sebagai umat Katolik, kita menerima anugerah pembaptisan sebagai pintu masuk Rahmat Allah untuk hidup baru seperti yang diinginkan-Nya. Setelah menerima sakramen baptis, kita diminta untuk memelihara anugerah itu, meninggalkan kebiasaan lama, kemudian menerima pembaruan seturut Firman-Nya.
Salah satu perubahan signifikan yang saya alami dan lakukan adalah meninggalkan kebiasaan nonton drakor (drama korea) yang sudah bertahun-tahun berlalu. Begitu banyak waktu yang saya habiskan untuk menikmati tontonan itu, begadang sampai menjelang subuh, padahal paginya harus bekerja (menyiksa fisik). Selain waktu yang sia-sia, uang pun juga ikut tergerus, karena jaman itu masih nonton menggunakan DVD, dan itu artinya saya harus membelinya. Lambat laun kesehatan pun menjadi terganggu karena begadang.
Ketidaksehatan fisik karena hal duniawi pasti akan diikuti oleh ketidaksehatan batin karena apa yang masuk ke dalam pikiran, itu pula yang akan bergejolak di pikirkan dan akan mempengaruhi suasana hati (perasaan). Pada waktu itu saya pun tetap tekun terhadap hal-hal kerohanian, pelayanan, namun akhirnya hati nurani saya terusik, puji Tuhan saya peduli akan hal itu. Merasa jati diri sebagai anak Allah rasanya tidak layak lagi bagi saya, Sebentar mulut berseru Tuhan..Tuhan.., namun diam-diam tetap berperilaku untuk menyenangkan daging.
Kemudian saya pun menghentikannya. Mudah? Tentu tidak, tapi saya benar-benar ingin berhenti. Jadi, saya mengalihkan diri ke hal-hal yang menurut saya lebih bermanfaat seperti selalu memperdengarkan lagu-lagu yang isinya pujian kepada Tuhan, yang sudah pasti itu sangat membangun hidup saya, rutin berdoa devosi, berpuasa, misa harian, baca Firman, tentu juga selalu minta Rahmat pertolongan-Nya.
Itulah perisai yang saya bangun dan perjuangkan setiap hari hingga akhirnya saya bisa terlepas dari kebiasaan nonton drama korea. Puaskan hati, dan akal budi dengan perkara-perkara surgawi, sehingga ikatan kedagingan bisa terlepas.(In).
Keterikatan duniawi apa yang belum saya tinggalkan saat ini?
No responses yet