Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Senin, 14 Maret 2016

Dan 13:1-9,15-17,19-30,33-62
Mzm 23:1-6
Yoh 8:12-20

PEMANDU DI DALAM KEGELAPAN

Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup. – Yoh 8:12

Ada sebuah tempat wisata yang sedang populer belakangan ini di daerah Wonosari, Yogyakarta. Namanya Goa Pindul. Dari namanya saja kita pasti bisa menebak kalau tempat ini adalah sebuah goa. Yang istimewa dari goa ini ada banyak sekali stalaktit dan stalagmit alami. Goa itu juga dialiri sungai sehingga kita bisa melintasinya dengan naik di atas sebuah ban karet dari mulut goa hingga ke ujungnya yang lain dengan panduan pemandu.

Pada liburan yang lalu, saya berkesempatan berkunjung ke sana. Goa itu sangat gelap. Begitu cahaya dari mulut goa menghilang, kita tidak bisa melihat apa-apa lagi. Bila kehilangan arah, kita bisa menabrak dinding goa atau tergores ujung stalaktit yang tajam. Ditambah pula banyak kelelawar yang hidup di dalamnya. Untuk itulah kita butuh pemandu yang senantiasa memberi penerangan di sepanjang perjalanan. Mereka memberi peringatan ketika ada anggota yang hampir menabrak dinding goa. Mereka juga menceritakan kisah-kisah lucu yang membuat perjalanan jadi lebih menyenangkan.

Saya merasa, bila perjalanan kehidupan saya disamakan dengan perjalanan di Goa Pindul, Yesus itu seperti para pemandu yang setia menjaga. Saya tahu berjalan dalam kegelapan bukanlah hal yang menyenangkan, tapi saya bersyukur saya memiliki Terang yang bersinar selamanya dalam hidup saya. (Hd)

Apakah saya merasa hidup saya berada dalam kegelapan? Mintalah agar Tuhan meneranginya kembali.

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *