Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Rabu, 16 Agustus 2017

Ul 34:1-12
Mzm 66:1-3a,5,8,16-17
Mat 18:15-20

TEGURAN

Apabila sodaramu berbuat dosa, tegorlah dia dibawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. – Mat 18:15

Menegur bukanlah hal mudah. Ada banyak orang yang tidak mau menerima teguran. Dan seringkali, orang menegur dengan cara yang tidak bijaksana.

Perikop hari ini mengajarkan bahwa teguran harus dimulai di bawah empat mata agar teguran itu tidak mempermalukan. Niat di balik teguran adalah mendapatkan kembali saudara kita dan hal itu dapat menjadi pertolongan baginya. Bukankah Tuhan selalu memberi kesempatan bagi kita untuk berbalik kepada-Nya dan memperbaiki setiap kesalahan yang sudah diperbuat?

Apakah kita juga memberi kesempatan kepada orang lain yang berbuat salah dengan cara memberi teguran yang mendatangkan kedamaian bagi orang tersebut? Sehingga ia merasa mendapat pertolongan untuk berubah menjadi lebih baik.

Mari kita terus belajar untuk menjadi penolong bagi diri kita sendiri maupun bagi orang lain, pada saat diperlukan perbaikan untuk menjadi pribadi yang lebih baik, pribadi yang menyenangkan hati Tuhan. (In)

Bapa, mampukan saya untuk memiliki hati yang lembut dan penuh kasih bagi sesama.

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *