Renungan Katolik “Bahasa Kasih”

Sabtu, 16 Mei 2026

Kis 18:23-28

Mzm 47:2-3,8-10

Yoh 16:23b-28

Mintalah Pada Yesus

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. – Yoh 16:23b

Pernahkah saudara melihat ada orang tua yang mengatakan kepada anaknya untuk meminta sesuatu hanya pada mereka dan bukan pada orang lain dan mengapa mereka mengatakan itu? Karena mereka tahu persis hanya orang tua yang mampu dan pasti memberikan yang terbaik pada anaknya dengan tulus tanpa mengharapkan imbalan apapun. Orang lain mungkin memberikan sesuatu, namun bisa saja mereka memiliki maksud terselubung dengan pemberian itu.

Beberapa waktu yang lalu saya harus opname karena ada dugaan sepsis pasca operasi buntu. Lewat pengalaman sakit yang saya derita, saya kembali disadarkan bahwa keselamatan hanya didapatkan dari nama Tuhan Yesus. Jika saya boleh sembuh saat ini, saya percaya itu terjadi karena kasih karunia-Nya yang besar, bukan karena harta duniawi yang saya miliki. Ia memberi mujizat yang sangat dahsyat, Ia memberi makna hidup yang mendalam atas setiap kejadian yang kita alami dalam kehidupan. Ia memberi terang dan keselamatan bagi kita yang percaya dalam nama-Nya. 

Sudahkah kasih Tuhan yang begitu besar menggugah kita untuk mengasihi Tuhan? Pada ayat ke-27, Tuhan Yesus juga ingin kita mengasihi-Nya dengan segenap hati seperti Ia telah mengasihi kita. Percaya kepada-Nya dapat juga berarti kita bersedia menolak tawaran dunia luar yang seolah menggiurkan, seolah menyenangkan kita tetapi sebenarnya menyangkal Kristus dan kebenaran-Nya. 

Pada Bulan Maria yang indah ini, sekali lagi mari kita belajar dari ketaatan Bunda Maria kepada Allah. Biarlah perkataan Bunda Maria, ”Jadilah padaku menurut perkataan-Mu” bisa kita lakukan dalam hidup kita masing-masing. Ketika mungkin permintaan kita belum dikabulkan oleh Tuhan, tetaplah percaya dan cinta kepada Tuhan, serta tidak menaruh harapan kepada yang lain selain daripada Tuhan Yesus. (FY).

Sudahkah saya mau percaya dan mengasihi Tuhan Yesus sepenuh hati?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *