Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Rabu, 17 Februari 2021

Yl 2:12-18
Mzm 51:3-6,12-14,17
2Kor 5:20 – 6:2
Mat 6:1-6,16-18

RABU ABU

Pantang dan Puasa

Berdoa di Tempat Tersembunyi

Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. – Mat 6:6

Bagi saya, berdoa merupakan suatu komunikasi yang intim antara saya pribadi dengan Bapa, Sang Pencipta. Sama halnya ketika kita berkomunikasi dengan orang-orang terdekat kita, kitapun menginginkan komunikasi secara langsung, bukan melalui sosial media. Kecuali memang ingin membuat konsep sedemikian rupa dengan konten tertentu demi mendongkrak jumlah pengikut.

Injil juga mengajarkan kepada kita untuk menjalin relasi dengan Bapa melalui doa tanpa maksud agar dilihat orang lain. Berdoa bukan agar kita dilihat sebagai orang kudus, orang yang pandai berdoa, atau karena tidak enak dianggap tidak berdoa.

Berdoa merupakan suatu keistimewaan seperti halnya relasi seorang anak yang baru belajar bicara dengan ayahnya, apapun yang dilihat, dirasakan, didengarnya diceritakannya. Itulah keistimewaan doa bagi kita dimana kita berkomunikasi secara pribadi dengan Bapa akan semua yang kita alami.

Pertanyaannya, apakah kita akan menyia-nyiakan kesempatan tersebut dengan menghilangkan atau menggantikannya dengan kesibukan lain? Ingat, Bapa adalah Sang Pencipta, Sang Pemberi, dan Sumber dari segala keajaiban serta ketidakmungkinan. Masakah kita lebih memilih hal lain daripada datang kepada-Nya? (Md)

Apakah saya sering membuang dan menyia-nyiakan waktu komunikasi saya dengan Tuhan?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *