Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Senin, 17 Juli 2017

Kel 1:8-14,22
Mzm 124:1-8
Mat 10:34-11:1

SANG INSPIRATOR

Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini.. Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya. – Mat 10:34

Membaca ayat ini mengingatkan saya akan Bunda Teresa. Satu sosok teladan bagi seluruh dunia. Kasih dan pelayanannya sangat menginspirasi banyak orang. Kasihnya ditunjukkan kepada siapa saja, tanpa memandang suku, agama, status sosial, usia, dan jenis kelamin. Ketika semua orang berlomba bahkan cenderung menghalalkan segala cara untuk membahagiakan diri dengan materi dan harta kekayaan yang berlimpah, ia memilih pergi ke pemukiman orang-orang miskin dan hidup berdampingan dengan mereka yang tersingkirkan.

Salah satu kata-katanya yang sangat menginspirasi saya adalah, “Hal yang baik yang Anda lakukan hari ini mungkin saja akan dilupakan besok. Sekalipun begitu, berbuat baiklah apapun yang terjadi.”

Bunda Teresa selalu mengingatkan dirinya bahwa menolong orang itu sama saja dengan Yesus sendiri. Ketika ia menolong seorang pria yang seluruh tubuhnya penuh dengan luka dan belatung, ia melihat ada Yesus dalam diri orang tersebut. Ia berkata kepada suster-suster pemulanya, “Bila saya tidak percaya dengan segenap hati dan jiwa bahwa tubuh orang ini adalah tubuh Yesus, saya tidak akan tahan barang sejenak.”

Meski selama pelayanannya banyak menghadapi kendala, ia tidak pernah berhenti. Ia menemukan bahwa Tuhan hidup di antara mereka yang haus, lapar, menderita, disingkirkan, dan dibuang. Karena itu, ia tidak pernah berhenti untuk terus berbuat baik.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita mau tetap berbuat baik meskipun perbuatan baik yang kita lakukan akan dilupakan atau dikritik oleh orang lain? (Dn)‎

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *