Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Sabtu, 19 Agustus 2017

Yos 24:14-29
Mzm 16:1-2a,5,7-8,11
Mat 19:13-15

HATI SEORANG ANAK KECIL

Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga. – Mat 19:14

Saya baru saja mendapatkan jabatan baru: menjadi seorang ibu. Ya, saya baru melahirkan di awal tahun ini. Ternyata, sebagai ibu baru, bulan-bulan pertama terasa begitu melelahkan. Apalagi mendengar tangisan bayi yang tiada henti di tengah malam ketika semua sedang terlelap dan kelelahan. Ya, bangun berkali-kali dari tidur sungguh menguras tenaga. Apalagi jika terjadi setiap hari.

Satu hal yang saya sadari, seorang bayi tidak akan berhenti menangis sampai ia mendapatkan apa yang ia inginkan. Tak peduli harus menangis sekeras apapun, seberapa lamapun, ia akan terus menangis sampai kita memberikan apa yang ia inginkan. Tubuhnya begitu lemah, namun hatinya begitu murni. Ia tidak meminta karena serakah atau egois, tapi semata-mata karena ia membutuhkan. Hatinya tidak mendua. Ketika kita beri apa yang dibutuhkan, dengan mudahnya ia kembali merasa senang dan memberikan senyuman yang meluluhkan hati.

Sebagai orang dewasa, kita memiliki pemikiran yang lebih kompleks, kehendak yang lebih beragam, dan terkadang maksud yang tersembunyi. Karena itulah Yesus berkata bahwa anak-anaklah yang empunya Kerajaan Surga. Rasanya, kita perlu mengingat kembali betapa murninya hati seorang anak kecil dan belajar untuk merangkulnya kembali. (Hd)

Apakah saya sudah memiliki “hati seorang anak kecil” dalam diri saya?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *