Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Senin, 19 Juli 2021

Kel 14:5-18
MT Kel 15:1-6
Mat 12:38-42

Tanda

Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda Nabi Yunus.  –  Mat 12:39

Di tengah masa pandemi, kesulitan, kegagalan, dan penderitaan seringkali membuat kita berteriak dan memaksa Tuhan untuk bertindak secara instan agar kita percaya bahwa Tuhan ada, Tuhan hadir, Tuhan menyertai. Kesulitan seringkali pada awalnya membuat kita tidak sabar, tidak tekun, dan tidak setia kepada Tuhan, karena kita ingin segera menyudahi kesulitan yang kita hadapi. Itulah sebabnya banyak orang yang masih percaya dan mencari “orang pintar”. Atau di zaman medsos seperti sekarang ini, orang bukannya berdoa kepada Tuhan, malah memilih mencurahkan isi hati di media sosial.

Padahal, satu tanda yang sangat jelas dan nyata sudah Tuhan berikan kepada kita. Kasih-Nya yang begitu besar dan tidak pernah bisa kita bayangkan dan mengerti jelas dinyatakan lewat wafat-Nya di kayu salib. Sayangnya, bagi sebagian orang, mereka tidak bisa mengerti akan hal ini. Semoga saja mereka hanya belum mengerti, dengan harapan suatu saat, mereka dapat menyadari dan mengerti akan kasih yang tidak terbatas yang sudah Tuhan nyatakan kepada setiap kita.

Dan berbicara soal tanda, sebenarnya kalau kita memiliki relasi yang dekat dengan Tuhan, maka kita akan dimampukan untuk mengenali tanda kehadiran dan penyertaan-Nya dalam hidup kita sehari-hari. Tidak percaya? Cobalah bangun relasi yang dekat dengan Tuhan, dan buktikan sendiri. (Ld)

Sudahkah saya mengenali tanda kehadiran dan penyertaan-Nya dalam hidup saya?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *