Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Jumat, 02 Desember 2016

Yes 29:17-24
Mzm 27:1,4,13-14
Mat 9:27-31‎

KETEKUNAN, KESABARAN DAN KEPERCAYAAN

Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya? – Mat 9:28

Kedua orang buta berseru minta belas kasih Yesus saat Ia sedang melanjutkan perjalanan-Nya. Namun Yesus baru menanggapi mereka setelah Ia masuk ke sebuah rumah dan berkata, “Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?”

Mungkin kita sering bertanya-tanya ketika Tuhan tidak langsung menjawab doa kita, kenapa Tuhan membiarkan kita terus berada dalam pergumulan. Tidak jarang akhirnya kitapun berhenti berdoa karena merasa tidak didengar. Benarkah Tuhan tidak mendengar doa kita?

Saya selalu membayangkan bahwa selama 24 jam Tuhan selalu melihat apa yang kita perbuat, apalagi saat kita masuk dalam doa, pasti Ia hadir. Seperti layaknya orang tua, Tuhan pasti mendengarkan setiap permohonan kita dengan seksama, namun Tuhan juga pasti penuh pertimbangan ketika hendak menjawab. Tentunya, hal yang menjadi pertimbangan-Nya adalah yang terbaik bagi kita.

Tuhan ingin melihat ketekunan, kesabaran, dan kepercayaan kita kepada-Nya, sehingga kadang perlu menunda jawaban dari doa kita. Maka dari itu hendaklah kita juga belajar memahami kehendak-Nya agar kita tidak hanya memikirkan keinginan kita sendiri.

Ketekunan, kesabaran, dan kepercayaan kepada-Nya akan mendatangkan rahmat yang membawa kita masuk dalam kehendak-Nya. (In)

Tuhan, mohon rahmat-Mu agar saya selalu memiliki hikmat untuk dapat mengerti kehendak-Mu atas hidup saya. Amin.

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *