Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Senin, 20 Februari 2017

Sir 1:1-10
Mzm 93:1-2,5
Mrk 9:14-29

JAWABAN TUHAN

Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang percaya! – Mrk 9:23‎

Pada masa di mana saya meragukan Tuhan, tidak jarang saya bertanya “kenapa?” kepada-Nya. Dalam hati kecil saya, diam-diam saya berpikir mungkin Tuhan tidak mampu melakukan apa yang saya inginkan. Tanpa saya sadari, saya telah berprasangka bahwa hal itu adalah suatu yang mustahil. Tidak mungkin Tuhan tidak sanggup, yang lebih masuk akal adalah Ia tidak mengizinkan hal itu terjadi pada waktu yang saya inginkan. ‎
Butuh waktu l
ama bagi saya untuk menerima pengertian itu. Rasanya lebih mudah menyalahkan Tuhan atas segala hal buruk yang terjadi. Padahal, hal buruk merupakan kesempatan untuk saya belajar menjadi lebih dewasa dan bijaksana. Kalau dipikir-pikir, Tuhan itu baik karena Ia mengizinkan hal-hal itu terjadi pada saya. Karena tanpa semua itu, saya tidak akan menjadi seperti diri saya yang sekarang. Ia tidak pernah berhenti menempa saya untuk menjadi lebih baik lagi. Dengan kasih-Nya, Ia memberikan tantangan-tantangan baru sesuai kemampuan saya. Sayangnya, tindakan kasih-Nya itu sering saya salah artikan sebagai ketidakmampuan-Nya. Untuk itu saya sangat menyesal.

Teman, jangan pernah meragukan pekerjaan tangan Tuhan. Mungkin hati kita bertanya, “Bisakah Engkau, Tuhan?” Namun terselip keraguan di dalamnya. Percayalah, Tuhan pasti sanggup. Ia akan selalu memberikan yang terbaik bagi kita. Kita perlu membuka mata hati kita karena kesanggupan Tuhan tidak selalu dijawab dengan “ya”. Iapun dapat menjawab “tunggu” atau “tidak” dengan kasih-Nya yang besar. Yang perlu kita lakukan hanyalah berserah dan percaya. (Hd)

Percayakah saya bahwa Tuhan akan memberi yang terbaik bagi saya?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *