Renungan Katolik “Bahasa Kasih”

Minggu, 21 Juni 2026

Hari Minggu Biasa XII

Yer 20:10-13

Mzm 69:8-10,14,7,33-35

Rm 5:12-15

Mat 10:26-33

Jangan Takut 

“Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.” – Mat 10:28

Dalam bacaan Injil hari ini Yesus berpesan agar para murid tetap realistis: misi tanpa mengundang antipati dan pemberitaan tanpa penderitaan adalah ilusi. Akan tetapi, sejak awal Yesus juga menjamin bahwa Bapa yang Mahabaik pasti selalu memelihara mereka. Sampai tiga kali Yesus meneduhkan hati para murid-Nya: “janganlah kamu takut!” Pesan dan penguatan kala itu juga untuk kita saat ini.

Albrech Durer adalah pelukis dan pemahat berkebangsaan Jerman pada abad ke-16. Salah satu karya lukisannya yang gemilang diberi judul: Penurunan dari Salib. Suatu detail yang menyentuh dalam lukisan itu memperlihatkan, salah satu murid-Nya sedang berdiri memegang mahkota berduri yang diambil dari kepala Yesus. Murid itu sedang menekankan jarinya pada salah satu duri untuk merasakan betapa sakitnya Yesus ketika mahkota duri itu menekan masuk ke dalam dagingnya. Lukisan Albrech Durer bukanlah tanpa alasan, mungkin beliau sudah mengalami pengalaman batin yang juga dirasakan oleh murid-murid perdana Yesus. Panggilan untuk berjalan mengikuti Yesus dan mewartakan Injil bukanlah sebuah jalan yang bertabur bunga. Murid-murid tersebut disadarkan sejak awal tentang bahaya dan penderitaan yang akan dihadapi, tetapi juga sekaligus diyakinkan-Nya tentang pemeliharaan Bapa. 

Kita adalah murid-murid Yesus. Dalam kehidupan keseharian ketika Kristus diwartakan dalam kata dan karya, tidak selalu pengalaman itu berbuah manis. Namun Allah tetap menguatkan. Tetaplah setia berjalan, mewartakan kabar baik, berkeliling dan terus berbuat baik. Jaminan “pemeliharaan Bapa” ini menjadi motivasi terbesar, kita lebih berharga daripada burung pipit. (BW).

Penuhilah diriku dengan diri-Mu ya Tuhan, agar tidak ada tempat bagi yang lain berdesak-desak dalam diriku, termasuk ketakutan itu.

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *