Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Minggu, 21 Mei 2017

Kis 8:5-8, 14-17
Mzm 66:1-7,16,20
1Ptr 3:15-18
Yoh 14:15-21

JANGAN LUPAKAN ROH KUDUS!

Setibanya di sana, kedua rasul itu berdoa, supaya orang-orang Samaria itu beroleh Roh Kudus. – Kis 8:15

Dulu, saya mudah tersinggung dan marah. Nada bicara saya tinggi dan suka meledak-ledak. Teman saya sedikit karena banyak orang tidak suka pada saya. Setelah dibaptis, sedikit demi sedikit, sifat saya berubah. Teman-teman saya mulai banyak.

Akhir-akhir ini, sifat saya kembali seperti dulu. Saya ingin dihargai. Saya tersinggung jika ada orang yang tidak sependapat dengan saya, apalagi di dalam sebuah rapat. Saya emosi jika WA saya tidak dijawab dengan cepat oleh teman-teman sepelayanan. Saya mulai menyindir jika anggota komunitas tidak menindaklanjuti hasil rapat. Saya lupa bahwa Roh Kudus ada di dalam diri saya. Saya lupa bahwa Roh itu adalah Roh yang akan memampukan saya untuk menerima segala kejadian sebagai sarana untuk membentuk diri saya sebagai putra-Nya yang sejati.

Keaktifan saya di dalam pelayanan tidak mendekatkan diri saya kepada Tuhan. Mengapa? Karena saya jarang mempunyai waktu pribadi untuk bercakap-cakap denganNya. Saya kurang mempunyai waktu untuk sekedar duduk diam di hadapan-Nya dan membiarkan Roh Kudus membimbing saya dan menyembuhkan luka-luka hati saya. Jika saya tidak memiliki waktu pribadi dengan Tuhan, itu berarti saya telah memadamkan Roh yang ada di dalam diri saya. Jika Roh itu padam, saya menjadi lemah dan akan mudah jatuh ke dalam dosa.

Hari ini Roh Kudus mengingatkan saya bahwa Dia mampu membuat jiwa saya tenang. Dia akan memberi saya inspirasi dan pertolongan untuk menyelesaikan satu per satu masalah saya. Akhirnya, Dialah Daya Ilahi yang memberi saya kekuatan untuk melawan setiap godaan dosa. (Yo)

Berdoalah kepada Roh Kudus, maka Dia akan bertindak.

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *