Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Kamis, 23 April 2026
Kis 8:26-40
Mzm 66:8-9,16-17,20
Yoh 6:44-51
Anugerah Iman
Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman. – Yoh 6:44
Dari bacaan pertama dan bacaan Injil hari ini, saya semakin diteguhkan bahwa iman saya kepada Yesus merupakan anugerah terindah dari Yesus sendiri. Bukan karena kehebatan ataupun kepintaran saya, namun anugerah dari Tuhan ini juga perlu respon dari saya, apakah akan menerima anugerah ini dengan penuh tanggung jawab atau malah memilih untuk mengabaikan dan menolaknya.
Dalam bacaan pertama, kita bisa melihat bahwa sida-sida itu memilih respon yang pertama, yakni menerima anugerah dari Tuhan dengan memberikan dirinya untuk dibaptis. Langkah awal yang harus dilakukan untuk mendeklarasikan iman adalah dengan memberikan diri untuk dibaptis. Selanjutnya, tanggung jawab untuk memelihara iman itu juga mengikuti setiap diri kita. Jika kita sungguh menganggap iman yang kita miliki adalah anugerah dari-Nya, maka sudah seharusnya kita menjaga anugerah itu bukan? Ibarat kita memiliki sebuah permata, tentu kita akan mengusahakan segala hal yang terbaik agar kita tidak kehilangan permata itu. Dan, kita juga pasti akan merawatnya sungguh- sungguh. Pertanyaannya, sudahkah kita merasa bahwa iman yang saat ini kita miliki adalah anugerah yang berharga? Apa saja yang sudah kita lakukan selama ini untuk menjaga dan merawat iman kita?
Bacaan hari ini seperti paket lengkap untuk saya. Bukan hanya saya diingatkan bahwa iman adalah anugerah dari-Nya, namun juga diberi cara untuk menjaga anugerah itu. Mengikuti Perayaan Ekaristi merupakan salah satu cara untuk menjaga iman kita. Dalam Perayaan Ekaristi, kita berdoa, memuji Tuhan dan mendapat kesempatan spesial untuk menyantap Tubuh dan Darah-Nya yang Kudus. Ia yang berada di dalam diri kita yang akan senantiasa memampukan kita untuk terus menjaga dan merawat iman pemberian-Nya. (Me).
Ya Yesus, terima kasih atas kehadiran-Mu dalam Ekaristi Kudus.
No responses yet