Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Kamis, 23 Februari 2017

Sir 5:1-8‎
Mzm 1:1-4,6
Mrk 9:41-50

JANGAN MENUNDA UNTUK BERTOBAT

Jangan menyangka pengampunan terjamin, sehingga engkau menimbun dosa demi dosa. – Sir 5:5

Dari Retret Pria Sejati Katolik, saya mendengar berbagai kisah hidup sesama pria. Salah satunya pria yang sedang dilanda masalah karena ketahuan mempunyai wanita idaman lain. Di dalam retret, ia mengakui telah berdosa terhadap Allah dan istrinya, ia telah berlaku kasar dan tidak menjadi suami yang menampilkan kasih Allah di dalam keluarga. Ia sungguh menyesal dan saat bertemu istrinya, ia berlutut dan menangis sambil meminta maaf. Istrinya sangat berbesar hati dan mau menerimanya kembali, dan mereka berekonsiliasi di dalam Tuhan.

Tapi ada juga kisah pria lain yang serupa namun istrinya tidak mau menerimanya kembali setelah beberapa kali disakiti dengan perselingkuhannya. Satu kali terjadi, dimaafkan. Kedua kali terjadi, sudah hampir hilang kepercayaan terhadap suami namun masih ada keinginan baik. Ketika terjadi ketiga kalinya, istri menjadi sangat marah dan kehilangan segala harapan. Hubungan rumah tangga retak dan anaklah korban utamanya.

Sang suami sadar dan memutuskan untuk kembali kepada istrinya, tapi luka yang sangat dalam pada istrinya membuat rekonsiliasi sangat sulit terjadi. Istrinya berpikir cerai adalah jalan terbaik agar tidak saling menyakiti. Dalam situasi seperti ini, hanya Tuhan yang mampu membuat keluarga ini kembali bersatu. Inilah doa kami juga.

Dari kisah ini, kita belajar bahwa tidak boleh menimbun dosa dan menunda untuk bertobat. Karena pengampunan belum tentu terjamin. Bagaimana jika ternyata Tuhan memanggil kita kembali sebelum kita sempat bertobat? (Aw)

Apakah saya masih menunda pertobatan kepada Tuhan?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *