Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Kamis, 23 Juli 2026
Yer 2:1-3,7-8,12-13
Mzm 36:6-11
Mat 13:10-17
Bijak Menggunakan Pemberian-Nya
Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. – Mat 13:16
Apakah saudara merasa bahagia saat mata dapat melihat dengan jelas dan juga telinga dapat mendengar dengan jelas? Ataukah hanya merasa biasa saja karena memang sejak lahir semua anggota tubuh normal sebagai mana mestinya?
Saat kita menganggap bahwa hal itu merupakan sesuatu yang biasa saja, bukan suatu anugerah yang layak disyukuri, sebagai sesuatu yang membahagiakan, maka ketika suatu saat mulai kehilangan hal itu, barulah kita mungkin merasa bahwa hal yang kita anggap biasa itu ternyata hal yang sangat berharga yang patut untuk disyukuri. Hal yang kita anggap biasa itu seharusnya kita rawat dan dijaga dengan baik.
Beberapa waktu yang lalu, Om saya menjalani operasi ablasio retina untuk melekatkan kembali retinanya yang lepas. Operasi berjalan dengan lancar sehingga sekarang beliau bisa melihat kembali dengan agak lebih jelas.
Kejadian itu menyadarkan saya bahwa mata ini merupakan anugerah dari Tuhan yang harus saya syukuri. Saya sadar bahwa Tuhan memberikan sepasang mata dengan tujuan agar kita bisa melihat dengan jelas, demikian juga dengan telinga diberikan kepada kita agar dapat mendengar dengan baik. Tapi, apakah kita sudah menggunakannya sebagaimana mestinya? Sudahkah kita mempergunakan mata dan telinga sesuai dengan fungsinya? Ataukah kita lebih suka memilih menutup mata saat melihat ketidakadilan dan kejahatan di depan mata kita? Menjadi tuli mendadak saat kita mendengar jeritan penderitaan atau permintaan tolong?
Jika memang kita mensyukuri mata dan telinga pemberian Tuhan, maka marilah kita menggunakan keduanya untuk kemuliaan Tuhan. Mendengarkan jeritan sesama yang membutuhkan dan tidak menutup mata atas penderitaan sesama. Mari kita pergunakan karunia yang telah Tuhan berikan pada kita untuk menolong mereka yang membutuhkan. (Me).
Sudahkah aku mempergunakan mata dan telingaku secara bijaksana?
No responses yet