Renungan Katolik “Bahasa Kasih”

Rabu, 23 September 2026

Pw St. Pius dr Pietrelcina (Padre Pio)

Ams 30:5-9

Mzm 119:29,72,89,101,104,163

Luk 9:1-6

Kita Diutus

Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang. -Luk 9:2

Bacaan Injil hari ini menunjukkan bahwa walau kita tidak dipilih secara langsung seperti para murid Yesus kala itu, tapi kita yang sudah dibaptis dengan Air dan Roh Kudus adalah murid Yesus juga. Sehingga tugas kita pun sama, yaitu untuk memberitakan Kerajaan Allah dan menyembuhkan orang.

Mungkin kita bisa memberitakan Kerajaan Allah, tapi bagaimana dengan menyembuhkan orang? Apakah kita bisa melakukan mukjizat yang sama dengan murid-murid Yesus? Saya pribadi sadar bahwa tidak bisa. Namun kitab Amsal 17:22 berbunyi, ‘Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.” Dan saya berpegang pada ayat ini, bahwa walau kita bukan dokter atau nabi, kita pun bisa menyembuhkan orang.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pikiran yang optimis dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mengurangi stres, dan mendorong tubuh untuk memproduksi hormon yang mendukung regenerasi sel. Selain itu, sikap positif juga membantu pasien lebih disiplin dalam menjalani terapi atau pengobatan. Hal ini cukup membuktikan bahwa kita bisa menjadi penyembuh dengan mendoakan dan menghibur, mendukung pengobatan teman- teman yang sakit, dan tidak menghakimi mereka karena penyakit yang diderita.

Iman kita kepada Kristus dapat menyembuhkan teman-teman kita kembali kepada iman kepada Yesus Kristus. Inilah bagian kita. Mungkin kita tidak dapat menyembuhkan orang lumpuh menjadi berjalan, tapi kita dapat membantu menyembuhkan jiwanya, agar ia bisa berdamai dengan kondisinya, dan sembuh secara rohani. Mungkin fisiknya masih sakit, tapi tidak dengan jiwanya. 

Mari kita tunjukkan, bahwa kita murid-murid Yesus di era modern ini, juga dapat menjadi penyembuh dengan cara yang mampu kita lakukan dan dengan Rahmat-Nya. (PL).

Siapkah aku diutus untuk menyembuhkan orang lain?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *