Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Jumat, 25 November 2016

Why 20:1-4,11 -21:2
Mzm 84:3-6,8a
Luk 21:29-33

BERANI BERBUAT, BERANI…

Dan mereka masing-masing dihakimi menurut perbuatan mereka. – Why 20:12

Keponakan saya yang besar sudah duduk di kelas XI. Biasanya ia pergi ke sekolah dengan mengendarai sepeda motor. Suatu hari, ia tidak langsung ke sekolah tapi menjemput temannya dulu dan pergi ke tempat lain sehingga akhirnya terlambat masuk sekolah.

Keesokan harinya, pihak sekolah memanggil saya sebagai walinya. Ketika guru menasehatinya, saya bisa melihat roman muka bersalah dari keponakan saya. Ia menyadari telah merepotkan saya sehingga saya harus terlambat masuk kantor dan juga mempermalukan adiknya yang bersekolah di tempat yang sama.‎

Saya merasa bersyukur atas kejadian ini. Disiplin memang harus diterapkan sejak dini. Yang melanggar aturan/bersalah harus diberi konsekuensi agar kelak tidak mengulangi kesalahannya. Tujuannya agar kelak menjadi pribadi yang lebih baik.‎

Apapun yang kita buat selama di dunia ini, pasti mendapat ganjaran pada saat kita meninggal. Orang yang setia, selalu berjuang, rela menanggung penderitaan dengan sabar, pasti mendapat bagian dalam Kerajaan Surga. Orang yang menyangkal Tuhan, mencari jalan pintas, tidak mau bersusah payah tapi malah mengejar kenikmatan dunia pasti dibuang ke dalam neraka. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu (Galatia 6:8). (Yo)

Siapkah saya menerima ganjaran dari setiap perbuatan saya sekarang?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *