Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Selasa, 28 Februari 2017

Sir 35:1-12
Mzm 50:5-8,14,23
Mrk 10:28-31

PEMBERIANKU

Berikanlah kepada Yang Mahatinggi berpadanan dengan apa yang la berikan kepadamu, dengan murah hati dan sesuai dengan hasil tanganmu. – Sir 35:9

Soal memberi selalu menjadi topik yang menarik bagi saya. Karena, kita bisa berbicara begitu banyak soal memberi secara teori, tapi ketika saatnya untuk bertindak semua teori yang kita bicarakan seolah lenyap ditelan bumi. Yang muncul adalah berbagai alasan untuk melakukan sebaliknya, tidak memberi.

Saya ingat pengalaman ketika anak-anak masih kecil. Dalam berbagai kesempatan, kami sebagai orang tua berusaha untuk mengajarkan mereka untuk memberi dengan berbagi apa yang mereka miliki. Ada anak-anak yang sangat mudah untuk memberi, sementara ada sebagian yang tidak ingin berbagi. Namun yang penting adalah mengajarkan mereka alasan dari sikap memberi tersebut.

Bagi saya, inilah salah satu keuntungan menjadi orang tua. Karena ketika saya mengajarkan sesuatu kepada anak, pada saat bersamaan, saya seolah sedang mengajar dan mengingatkan diri saya sendiri. Bahkan saya seolah mendapat kesempatan untuk merefleksikannya lebih dalam.

Apakah saya sungguh sudah memberikan persembahan yang terbaik bagi Dia? Bagaimana sikap hati saya ketika memberi kepada Tuhan – apakah dengan sikap murah hati dan sukacita, atau malah merasa terpaksa? (Jc)

Apa yang sudah saya berikan kepada Tuhan sepanjang hidup saya?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *