Renungan Katolik “Bahasa Kasih”

Rabu, 28 Oktober 2026

Pesta St. Simon dan Yudas, Rasul

Ef 2:19-22

Mzm 19:2-5

Luk 6:12-19

Dipilih

Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul. – Luk 6:13

Bagaimana kira-kira perasaan kita jika saat itu menjadi salah satu dari para murid Yesus yang terpilih menjadi rasul-Nya? Kalau saya di posisi itu, yang pertama saya rasakan adalah perasaan bahagia dan sukacita yang luar biasa karena mendapat kepercayaan yang begitu besar dari-Nya.

Namun, setelah vibes sukacita itu mulai mereda, mungkin akan timbul kekhawatiran dan bahkan rasa takut. Saya harus siap melepaskan segalanya dan siap menjadi panutan. Saya sadar bahwa itu adalah tanggung jawab yang sungguh berat. Melepaskan segalanya berarti saya tidak boleh lagi kembali ke masa lalu saya yang buruk. Saya tidak boleh memilih kenyamanan atau kesenangan duniawi yang mengorbankan kesetiaan saya kepada Tuhan. Sedangkan siap menjadi panutan berarti langkah laku saya tidak boleh sampai menjadi batu sandungan bagi orang lain, melainkan harus menjadi teladan yang baik bagi mereka.

Kita yang telah memberikan diri untuk dibaptis sebenarnya juga sudah termasuk dalam jajaran murid-muridNya. Kita memikul tanggung jawab yang serupa. Kita berbahagia saat menerima baptisan, namun jangan sampai kita melupakan tanggung jawab yang melekat dalam baptisan itu.

Hari ini, Gereja merayakan Pesta Santo Simon dan Santo Yudas. Mereka membuktikan bahwa menjadi pilihan Tuhan berarti setia sampai akhir dalam tugas yang tersembunyi sekalipun. Simon dan Yudas (Tadeus) menunjukkan bahwa latar belakang atau kepopuleran bukan hal penting, melainkan bagaimana mereka tetap teguh berpijak pada tugas perutusan yang mereka terima saat itu.

Belajar dari mereka, mari kita menyadari kembali bahwa pilihan Tuhan atas hidup kita bukanlah sebuah beban, melainkan sebuah kehormatan. Semoga kita tidak hanya bangga disebut sebagai pengikut Kristus, tetapi juga berani setia memikul tanggung jawab iman kita dalam kehidupan sehari-hari. (Vn).

Bagaimana aku memikul tanggung jawabku sebagai murid Yesus?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *