Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Jumat, 30 Desember 2016

Sir 3:2-6,12-14
Mzm 128:1-5
Kol 3:12-21
Mat 2:13-15, 19-23

Pesta Keluarga Kudus: Yesus-Maria-Yusuf

PRINSIP KELUARGA

Hai istri-istri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan. Hai suami-suami, kasihilah istrimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia. Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang di dalam Tuhan. – Kol 3:18-20

Semua orang tentu mengidamkan keluarga yang bahagia. Sayangnya, kebahagiaan dalam keluarga itu tidak turun begitu saja dari langit, melainkan butuh usaha dari setiap anggotanya agar kebahagiaan itu bisa tercipta. Namun, tidak perlu kuatir, karena semua itu bisa dipelajari. Ya, sama seperti tak ada seorangpun yang langsung mampu menjadi orang tua begitu memiliki anak. Semua itu ada prosesnya.

Ada satu prinsip yang akan membantu kita untuk membangun keluarga bahagia. Selama kita mengikuti prinsip ini, setidaknya kita sudah mengurangi hal-hal yang tidak perlu terjadi di dalam keluarga. Masalah akan tetap ada, tapi jika prinsip ini dipegang dan dilakukan oleh masing-masing anggota keluarga, perjalanan keluarga akan terasa lebih mudah.

Prinsip ini adalah soal urutan otoritas dalam keluarga. Otoritas tertinggi dalam keluarga Kristiani tentu saja Tuhan. Ini tidak pernah dapat digantikan oleh siapapun. Setelah Tuhan, ayah yang memegang otoritas tertinggi karena ayah adalah kepala, pemimpin, dan imam dalam keluarga. Jadi beri kesempatan para suami dan ayah untuk menjalankan perannya dalam memimpin keluarga. Ibu berada di posisi berikutnya, dan di urutan terakhir tentu saja anak.

Jika prinsip ini dibolak-balik, maka bisa dipastikan kekacauan akan terjadi. Lihat saja keluarga yang didominasi oleh para ibu, atau kita juga bisa menemukan banyak keluarga dimana anaklah yang memegang kendali karena pola asuh yang tidak tepat. Bisa dibayangkan bukan?

Firman Tuhan hari ini sangat jelas. Ikuti firman-Nya, niscaya kita akan bisa meneladani Keluarga Kudus yang menjadi patron bagi kita. (Jc)

Apakah keluarga saya menerapkan prinsip yang benar sesuai firman Tuhan?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *