Renungan Katolik “Bahasa Kasih” ‎
Jumat, 31 Maret 2017

Keb 2:1a, 12-22
Mzm 34:17-21,23
Yoh 7:1-2,10,25-30‎

SIAPAKAH DIA?

Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku. – Yoh 7:29

‎Banyak orang yang mempertanyakan siapakah Yesus sebenarnya. Ia menyebut diri-Nya Anak Allah, tapi semua orang tahu Ia adalah anak Yusuf si tukang kayu dan Maria. Ia adalah Mesias, tapi ia begitu sederhana, tidak terkesan seperti seorang raja sama sekali. Banyak hal yang terkesan begitu kontradiktif dalam diri-Nya. membuat kita ragu-ragu, benarkah Ia adalah Tuhan?

‎Ketika dihadapkan pada sebuah fakta, iman kitapun sering goyah. Karena sesuatu yang seharusnya kita lihat dengan kacamata iman, malah kita lihat dengan mata telanjang sehingga tidak jarang kita meragukan keajaiban yang ada di depan mata. Nyatanya, bila Yesus bukan Tuhan, tidak mungkin Kerajaan-Nya bertahan selama dua ribu tahun lebih hingga sekarang. Bila Yesus bukan Mesias, tidak mungkin ada begitu banyak orang yang disembuhkan ketika meminta pertolongan-Nya. Seringkali logika kita membatasi apa yang seharusnya sudah kita sadari, padahal seharusnya logika dipakai untuk mendukung iman kita. Karena kita adalah makhluk spiritual yang berpikir, bukan sebaliknya.

Yesus berkata bahwa Bapalah yang mengutus-Nya dan Ia telah membuktikannya dengan banyak cara. Mulai sejak Ia ada di dunia ini bahkan hingga sekarang ketika kehadiran-Nya dapat kita rasakan dalam bentuk hembusan Roh Kudus. Itulah kebenarannya. Sekarang, terserah kepada kita apakah kita mau memercayai-Nya atau tidak. Karena keragu-raguan dalam diri kita hanya dapat disingkirkan oleh iman kita sendiri kepada-Nya. (Hd)

Sungguhkah saya percaya akan kuasa Tuhan yang tidak terbatas?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *