Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Sabtu, 06 Maret 2021

Mi 7:14-15,18-20
Mzm 103:1-4,9-12
Luk 15:1-3,11-32

Kelegaan

Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa;
jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
– Luk 15:18-19

Perlu perjuangan bertahun-tahun untuk mengampuni mama yang mengutuki, memukul, dan memberikan label “anak pungut” kepada saya. Perlu NIAT dan TEKAD kuat bukan sebatas bibir untuk mengampuni. Pengampunan tidak terjadi selama saya menggenggam erat luka dan terus mengasihani diri sendiri.

Saya luruskan niat dan bulatkan tekad untuk terus mengampuninya, membenahi relasi, memberikan kasih dan perhatian.

Proses pengampunan saya lalui dengan doa pengampunan yang tak kenal lelah, membaca dan merenungkan sabda Tuhan setiap hari, mengikuti retret dan konseling rohani. Puji Tuhan, akhirnya saya benar-benar mampu mengampuni mama.

Datanglah dengan rendah hati kepada Bapa. Akuilah secara jujur bahwa kita terluka dan mau memberikan pengampunan dengan kekuatan yang diberikan oleh Allah. Percaya dan yakinlah, Allah pasti memulihkan hati yang terluka.

Berkat rahmat kasih Allah, saya dapat merasakan kelepasan dan kelegaan yang luar biasa. Seperti ada sebuah bongkahan batu besar keluar dari diri saya. Saya merasakan sukacita dan juga pemulihan relasi dengan mama. Yesus sanggup memulihkan hidup saya. (Tl)

Sudahkah dan mampukah saya mengampuni orang yang melukai saya?

Doakan selalu mereka yang melukai hati.

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *