Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Rabu, 09 November 2016

Yeh 47:1-2,8-9,12
Mzm 46:2-3,5-6,8-9
1Kor 3:9b-11,16-17
Yoh 2:13-22

Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran

KEHILANGAN KEBERSAMAAN DENGAN-NYA

Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kami. – 1Kor 3:17‎

Pada mulanya setiap manusia yang akan dilahirkan ke dunia adalah baik dan kudus. Semua sudah Tuhan rancang dengan sempurna, bahkan ketika masih dalam kandungan (Mzm 139). Sayangnya, banyak orang tidak menyadari hal ini.

Banyak kita jumpai di sekeliling kita, pribadi yang tidak mencerminkan gambaran-Nya. Bahkan, mungkin diri kita juga termasuk di dalamnya? Banyak hal yang bisa mempengaruhi itu terjadi, misalnya pengaruh negatif saat dalam kandungan, masa kecil, masa remaja, yang mengakibatkan luka dan berdampak buruk bagi perkembangan diri kita.‎

Pertanyaan, saat luka belum dipulihkan, apakah Yang Maha Kudus tetap berkenan bertahta dalam diri kita?‎

Ketika saya mengalami hal itu, hati saya tidak bisa merasakan sukacita. Namun yang lebih menakutkan adalah timbul perasaan takut kehilangan kebersamaan dengan-Nya. Ketika saya mengalami luka yang belum pulih atau belum bisa melepaskan pengampunan, maka saya juga tidak bisa bersatu dengan terang-Nya. Yang saya pikirkan dan harus saya lakukan adalah kembali datang kepada-Nya, memohon rahmat dan belas kasih-Nya, agar Ia berkenan kembali masuk dalam hati saya dan memberikan pemulihan.

Marilah kita menjaga diri kita untuk selalu hidup dalam kekudusan, sehingga kita tidak kehilangan kebersamaan dengan-Nya, dan kita bisa menjadi gambaran-Nya. (In)

Bapa di surga, mampukan dan kuduskan saya agar dapat menjadi Bait Suci-Mu.

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *