Bulan ini genap 13 tahun saya di Perth, kota yang menjadi rumah kedua saya. Di sinilah saya banyak dibentuk oleh teman-teman komunitas dan menjadi pribadi yang terus disempurnakan. I am forever grateful to be here and God’s plan is truly unfolded in my life. Mulai dari visa, pekerjaan, pasangan hidup, sampai anak, Tuhan selalu tepat waktu.
Tapi tidak bisa dipungkiri, setelah 13 tahun, perasaan jenuh itu muncul. Sebenarnya sejak tahun lalu, saya sudah bergumul apakah masih harus di Perth, pindah state lain, atau bahkan kembali ke Indonesia. Saya melihat masalah keluarga yang tidak kunjung membaik dan juga karir yang cukup mentok. Dan saat kemarin pulang ke Indonesia, pergumulan itu kembali.
Di pikiran saya, secara finansial apabila nanti Gio sekolah dan saya punya anak kedua, kebutuhan materi pasti bertambah. Banyak perusahaan makanan di Perth termasuk yang besar sejak Covid mulai downsizing dan bahkan tutup. Sementara, di Indonesia tidak bisa dipungkiri banyak bala bantuan dalam mengurus anak. Bahkan istripun begitu bahagia selama di Indonesia.
Akhirnya, sayapun jujur terbuka di hadapan Tuhan. I cannot ignore the feeling and I know that God has felt what I’m feeling. Saya bersyukur untuk kesetiaanNya untuk 13 tahun terakhir, tapi saya mau mencari tahu rencanaNya yang terbaik.
Dan minggu lalu, Tuhan seolah menjawab doa saya. My manager called me for a 1-on-1 dan kali ini selain membahas achievement bulanan, dia juga memberitahu kenaikan gaji saya. Jujur, my salary rise kali ini jauh lebih tinggi dari my colleague dan perkiraan saya. Tidak hanya itu, dia dengan jujur mengatakan bahwa the head office is preparing me to replace my other manager di Melbourne. Belum ada tawaran resmi, tapi dia mau saya mulai mempertimbangkan dan bersiap-siap when the time comes. Akhir bulan ini, dia juga mau saya bertemu dengan CEO. Dari sini, setidaknya saya tahu bahwa Tuhan masih mau saya di Australia dan bukan Indonesia. Bahkan ketika saya belum bercerita ke manager soal pergumulan ini, dia yang terlebih dahulu mendatangi saya. His plan is unfolding slowly.
I don’t know what the future holds but I know who holds it. Bersama Dia, saya adalah kepala dan bukan ekor. Dan saya percaya bahwa when the time comes, His plan will fully be revealed in my life.
But I trust in you, LORD; I say, ‘You are my God.’ My times are in your hands (Psalm 31:14-15) (IVO)
No responses yet