Bulan Mei kemarin adalah bulan yang sibuk sekaligus penuh berkat bagi saya dan istri, karena tiga dari anak-anak kami berulang tahun pada bulan Mei. Jarak antara ulang tahun mereka hanya terpaut sekitar tiga hari satu sama lain. Itulah sebabnya bulan ini menjadi cukup sibuk bagi kami untuk mencari hadiah dan merayakan ulang tahun mereka, meskipun hanya dirayakan bersama keluarga.
Selain itu, di bulan Mei, setiap kali memperingati kelahiran mereka, kami kembali merasakan berkat Tuhan dan melihat rencana-Nya yang indah dalam kehidupan keluarga kami.

Saya dan istri menikah pada bulan Juli 2007. Saya masih ingat bahwa saat itu kami berencana untuk menghadiri acara World Youth Day 2008 di Sydney. Setiap malam, kami berdoa agar Tuhan mengizinkan kami untuk mengikuti acara tersebut. Tentu saja, kami juga rindu untuk dikaruniai anak, tetapi pada saat itu kami berdua benar-benar ingin menghadiri World Youth Day karena biasanya acara tersebut diadakan di Australia. Puji Tuhan, akhirnya kami dapat mengikuti World Youth Day di Sydney. Setelah pulang dari acara itu, barulah kami mengetahui bahwa istri saya sedang hamil. Di minggu terakhir bulan Mei tahun berikutnya, lahirlah anak pertama kami. Itulah berkat Tuhan pertama yang saya rasakan di bulan Mei.
Karena itu, kami memberi nama anak pertama kami dengan makna “Tuhan sungguh baik”.

Selang dua tahun, istri saya melahirkan anak kedua kami, tiga hari sebelum ulang tahun anak pertama kami. Pada saat itu, kami berdua merasakan sukacita karena kembali dipercayakan untuk merawat seorang anak. Namun, sebelum hari kelahirannya, istri saya mendapat kabar bahwa tempat ia bekerja tidak lagi akan menerima pendanaan untuk penelitian yang sedang dijalankan. Di tengah ketidakpastian tersebut, beberapa hari kemudian saya mendapat kabar bahwa saya akan dipindahkan ke posisi yang lebih tinggi dengan penghasilan yang lebih besar daripada sebelumnya. Itulah berkat Tuhan yang kedua yang kami rasakan di bulan Mei. Karena itu, kami memberi nama anak kedua kami dengan makna “Pelindung umat manusia”.

Dua tahun kembali berlalu, istri saya melahirkan anak ketiga kami tiga hari sebelum ulang tahun anak kedua kami. Beberapa bulan sebelum kelahiran anak kami, banyak terjadi pemutusan hubungan kerja di perusahaan-perusahaan lokal akibat dampak Global Financial Crisis. Pada saat itu, biaya hidup mulai meningkat dan kami sempat khawatir, terutama karena dengan tiga anak, kami mempertimbangkan apakah istri saya harus tinggal di rumah untuk menjaga mereka secara penuh waktu atau mereka dimasukkan ke child care. Jika ketiganya masuk ke child care, tentu biaya yang dikeluarkan akan menjadi semakin besar. Sekali lagi, Tuhan memiliki rencana yang berbeda. Saya kembali mendapatkan promosi menjadi manajer di bagian kredit, dengan kenaikan gaji yang cukup signifikan dibandingkan sebelumnya. Itulah berkat Tuhan yang ketiga yang kami alami di bulan Mei. Kami memberi nama anak kami yang ketiga dengan makna “Anugerah dari Tuhan”.

Itulah mengapa setiap bulan Mei, kami tidak pernah berhenti mengucap syukur atas apa yang Tuhan telah berikan bagi keluarga kami hingga hari ini.

Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” (1 Tesalonika 5:18)
(ANT)

Categories:

Tags:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *