Renungan Katolik “Bahasa Kasih”

Senin, 13 April 2026

Kis 4:23-31

Mzm 2:1-9

Yoh 3:1-8

Hidup Kudus

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.” – Yoh 3:5

Dilahirkan kembali dari air dan roh adalah gambaran dari baptisan. Dengan menerima sakramen baptis, hidup kita disucikan Kembali dari segala dosa-dosa kita. Dengan demikian, kita kembali lagi menjadi selembar kertas putih di hadapan Allah, menjadi pribadi baru yang hidup di jalan menuju keselamatan-Nya.

Mengapa Sakramen Baptis adalah jalan menuju keselamatan atau jalan menuju ke Kerajaan Allah? Kita tahu bahwa yang bisa bersatu dengan Allah dalam Kerajaan-Nya adalah mereka yang kudus, yang suci dan tidak bercela atau bercacat. Namun masalahnya adalah, perjalanan hidup kita di dunia ini tidak berakhir ketika kita dibaptis, kecuali setelah dibaptis, lalu sesaat kemudian kita meninggal dunia. Dalam perjalanan hidup, kita seringkali masih jatuh ke dalam dosa yang menyebabkan kekudusan kita rusak lagi. 

Syukur kepada Allah kita masih memiliki “sekoci penyelamat” yaitu Sakramen Tobat, yang bisa membersihkan diri kita dari dosa sehingga kita kembali kudus. Dan pengalaman saya dengan Sakramen Tobat ini benar-benar memberikan kelegaan dan ketenangan batin, setelah menerima pemulihan dari sakramen tobat tersebut. Saya juga memperoleh dorongan batin untuk lebih serius menjaga diri supaya tidak terus-menerus jatuh ke dalam dosa. 

Mari kita selalu ingat bahwa keselamatan adalah anugerah Allah yang harus kita sambut dan kita pertahankan, dan perjuangkan melalui hidup yang kudus. Jangan biarkan dosa memisahkan kita dari Kasih Bapa, segeralah kembali kepada-Nya setiap kali jatuh, agar pada akhirnya kita benar-benar layak masuk dan bersatu dalam Kerajaan-Nya yang abadi. (Vn).

Apa usaha yang kulakukan untuk hidup dalam kekudusan?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *