Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Rabu, 15 April 2026
Kis 5:17-26
Mzm 34:2-9
Yoh 3:16-21
Terang vs Gelap
Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak; – Yoh 3:20
Ukuran suatu kejahatan di mata Allah tidak sebatas pada yang tampak secara harafiah saja, misalnya seperti mencuri, membunuh, bergosip dan sebagainya.
Sikap kita yang kadang seolah bukan suatu kejahatan karena tidak merugikan orang lain, namun tetap saja mendukakan hati Allah itu juga jahat. Saya pribadi memakai ukuran jika hal-hal yang saya lakukan membuat hati saya tidak damai sejahtera, maka saya akan segera introspeksi, jika saya saja merasa itu tidak pantas, bagaimana hal itu bisa menjadi pantas di mata Allah yang hatinya sangat lembut/halus. Contoh yang kadang saya alami misalnya dalam momen bercanda dengan orang-orang di sekitar saya; dengan spontan saja kadang terjadi candaan dengan perkataan- perkataan ke arah yang tidak pantas/tidak sopan namun hal itu justru dianggap lucu, membuat kami semua tertawa, dan menghibur, katanya tidak apa-apa kan bercanda.
Namun, kemudian sisi hati saya yang lain merasakan tidak damai dan ada penyesalan. Jika sudah demikian biasanya saya berkeluh kesah kepada-Nya: oh Tuhan tolong maafkan saya, dan tolong jagai pikiran, hati dan mulut saya, beri saya kepekaan yang lebih lagi agar tidak mengulangi hal tersebut, sehingga tidak merusak bait-Mu ini. Namun, tentu ada resiko dari pilihan tersebut, mungkin orang akan menganggap saya sok suci, orang yang kaku dan tidak mau mengikuti arus. Tidak masalah bagi saya, dan jika hal tersebut juga terjadi kepada anda, hal itu wajar saja, karena pasti akan ada pertentangan antara perkara dunia dengan surga.
Ayoo.. kita belajar untuk menjauhi godaan yang seolah bukan suatu dosa, namun ternyata menjerumuskan kita. Dosa kecil tetaplah dosa, dan dosa selalu akan ada konsekuensinya yaitu hukuman di pemurnian kelak. Tentu kita tidak ingin berada di api penyucian berlama-lama kan?
Mari kita perjuangkan jika sungguh menginginkan hidup Kudus. (In).
Apakah saya peka/sadar saat hati nurani merasakan tidak damai sejahtera?
Lalu apa yang saya lakukan?
No responses yet