Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Kamis, 16 April 2026
Kis 5:27-33
Mzm 34:2,9,17-20
Yoh 3:31-36
Benar-benar Percaya?
Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal…” – Yoh 3:36
Betapa luar biasanya kekuatan iman kepada Tuhan. Dengan beriman kepada-Nya, saya memperoleh jaminan keselamatan dan kehidupan kekal. Namun iman tersebut tak boleh menjadi sekedar pengetahuan intelektual dan pengakuan lahiriah di mulut saja, tapi harus merupakan pengakuan batiniah yang diikuti dengan ketaatan kepada-Nya. Artinya, kalau saya mengaku percaya kepada Tuhan, saya harus taat pada kehendak-Nya, meski kadang terasa berat, tidak mudah dipahami, atau bahkan seolah-olah tidak masuk akal.
Melalui bacaan Injil hari ini, saya diingatkan tentang sosok Yohanes Pembaptis. Dalam masyarakat kala itu, setiap guru mempunyai pengikut. Yohanes mempunyai murid, Yesus pun demikian. Yohanes percaya bahwa Yesus adalah Mesias yang datang dari Allah, dan Yohanes menjelaskan siapa itu Yesus dan bagaimana seharusnya murid-muridnya mengimani Mesias. Meskipun banyak memiliki pengikut, Yohanes sadar betul bahwa tujuan dari para muridnya bukanlah dirinya. Para murid harus sampai pada Sang Anak Domba Allah, ia hanya pembuka jalan untuk mengarahkan orang pada-Nya.
Yohanes menjadi gambaran kehidupan saya yang sering kali tidak saya lakukan. Yohanes berani membesarkan nama orang lain, ia memberi kesaksian yang baik tentang orang lain, ia “memasarkan” orang lain supaya mempunyai “daya jual” yang tinggi. Apa yang sering saya lakukan sepertinya justru kebalikannya. Jika ada orang yang saya anggap saingan, justru yang paling sering saya lakukan adalah berusaha untuk “membunuhnya”, membuatnya tidak lagi menjadi besar melebihi saya.
Memberi kesaksian yang tidak baik bahkan tidak sesuai dengan kenyataan itu sama saja saya membunuh orang yang tidak bisa membela diri di hadapan saya.
Semoga saya berani meneladan Yohanes karena saya adalah murid Kristus yang sudah ditebus dari kematian kekal. (Ii).
Apakah saya sudah taat pada kehendak Allah?
No responses yet