Renungan Katolik “Bahasa Kasih”

Senin, 22 Juni 2026

2 Raj 17:5-8,13-15a,18 

Mzm 60:3-5,12-13

Mat 7:1-5

Jangan Menghakimi 

“Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.’ – Mat 7:5

Saya teringat akan kisah yang saya alami sewaktu masih di bangku kuliah. Dalam sebuah komunitas Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK), saya bertemu dengan seorang teman yang kebetulan berasal dari satu kota. Kami adalah anak rantau yang sedang menimba ilmu di Ibukota. Kami berbicara banyak hal, mulai dari berbagai kesibukan di kampus, bahan kuliah, dan pembicaraan kami sampai kepada kehidupan menggereja. 

Dari pembicaraan itu, saya tahu bahwa ia tidak pernah terlibat dalam kegiatan lingkungan, apalagi kegiatan paroki. Saat itu batinku langsung berkata, “oh! Dia ini orang Katolik KTP. Bagaimana mungkin dia bisa bertumbuh apabila tidak terlibat dalam kegiatan lingkungan, atau paroki? Sudah pasti hidupnya hambar dan rohaninya kering.” Beberapa minggu kemudian, saya dan teman ini terlibat dalam kegiatan retret yang diselenggarakan oleh KMK, dan harus menginap selama tiga hari dua malam, dan rupanya kami sekamar. 

Singkat cerita, ketika bangun pagi, hal pertama yang saya lakukan adalah memeriksa handphone dan kemudian ke kamar mandi. Namun, betapa kagetnya saya ketika selesai dari kamar mandi, saya melihat teman yang selama ini saya anggap Katolik KTP sedang berdoa dalam khusuk. Ia bahkan mengingatkanku untuk tidak lupa berdoa pagi.

Pengalaman itu membuat saya seolah menjadi manusia yang paling munafik sedunia. Saya malu sekali. Di titik itu, saya memutar haluan kembali, berusaha memulihkan hubungan retak dengan Allah karena kesombonganku. Saya berdoa lebih sungguh, mencintai dengan penuh, dan melayani dengan rendah hati. Saya berintropeksi, belajar tidak cepat menilai orang berdasarkan yang dilihat dan didengar. Saya hanya manusia biasa yang melihat dengan mata, namun Tuhan mampu melihat sampai kedalaman hati. (BW).

“Siapakah saya ini hingga dapat menghakimi mereka?” – Paus Fransiskus.

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *