Renungan Katolik “Bahasa Kasih”

Rabu, 29 Juli 2026

Pw St. Marta, Maria dan Lazarus

1 Yoh 4:7-16

Mzm 34:2-11

Yoh 11:19-27 / Luk 10:38-42

Jangan Mengeluh

“Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.” – Luk 10:41-42

Yang dilakukan oleh Marta bukan sesuatu yang aneh. Ada tamu yang datang, apalagi tamu yang benar-benar penting, tentu saja ia harus melayani dengan sungguh, memberikan yang terbaik agar tamunya merasa nyaman. Namun yang menjadi masalah adalah, Marta kemudian mengeluh ketika melihat Maria, saudarinya, hanya duduk saja mendengarkan Yesus dan tidak membantunya sama sekali, padahal begitu banyak yang harus ia kerjakan.

Kita harus menyadari bahwa pelayanan adalah sebuah panggilan, kita sendiri yang memutuskan mau melayani di mana dan sebagai apa. Melayani di satu bidang atau banyak bidang pun juga keputusan kita sendiri. Masing-masing ada masalah dan tantangannya sendiri. Jadi jangan mengeluh ketika keadaan tidak berjalan sesuai dengan yang kita inginkan. Yang terpenting ialah kita harus melakukannya dengan sukacita dan sepenuh hati, demi kemuliaan nama Tuhan, dan bukan demi ego atau demi motivasi pribadi kita.

Saya pun pernah mengalaminya, ketika saya menerima suatu pelayanan yang sangat membutuhkan kerja sama tim. Awalnya berjalan dengan lancar, semua mengerjakan bagian masing-masing sesuai jadwal. Tetapi lama-kelamaan, semua mulai sibuk dengan kegiatan masing-masing, dan suatu saat, saya merasa mengerjakan semuanya sendirian karena yang lain terlalu sibuk. Saya lelah, saya mengeluh, dan saya bingung harus berbuat apa, dan saya takut tidak bisa memuaskan orang banyak. Saya kemudian hanya duduk, berdiam di hadapan Tuhan, memohon ketenangan dan kekuatan dari-Nya.

Akhirnya, yang terpenting adalah saya melakukannya semaksimal mungkin yang saya mampu, dengan rasa sukacita, dan saya menyerahkan sisanya kepada Tuhan. Jika pada akhirnya ada yang tidak puas, saya menerimanya sebagai bahan evaluasi, tidak menjadikannya beban pikiran karena itulah yang terbaik yang mampu saya lakukan. (Vn).

Apakah selama ini aku melayani Tuhan dengan sukacita atau cenderung banyak mengeluh?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *