Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Selasa, 28 Juli 2026
Yer 14:17-22
Mzm 79:8,9,11,13
Mat 13:36-43
Mengikis Lalang
Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya. – Mat 13:41
Perumpamaan lalang di antara gandum mengajarkan kita bahwa dalam setiap musim kehidupan, kejahatan akan selalu berjalan beriringan dengan kebenaran.
Lalang (perbuatan jahat) akan terus berusaha menghimpit benih-benih kebaikan yang ada dalam diri kita sampai akhir hidup manusia di dunia.
Dosa asal, yang menyebabkan kita semua memiliki kecenderungan untuk berbuat jahat (Concupiscentia). Namun, melalui karunia kehendak bebas, Tuhan memberi kita pilihan: apakah kita akan membiarkan “lalang” itu tumbuh subur menguasai hati, atau berjuang mengikisnya setiap hari agar kita tetap menjadi “gandum” yang baik di hadapan-Nya.
Mengikis lalang dalam diri bukanlah perkara mudah. Saya sendiri mengalaminya ketika berjuang menyingkirkan kebiasaan buruk, yaitu mudah emosi dan marah. Jika melihat yang sudah berlalu, begitu mudah saya meledak hanya karena situasi yang tidak sesuai keinginan. Namun, melalui usaha untuk terus mendekat kepada Tuhan; merenungkan Firman-Nya setiap hari, persatuan dengan Tuhan dalam Ekaristi, dan menerima Sakramen Tobat secara teratur, kebiasaan buruk itu perlahan berangsur terkikis. Saya belajar menjadi pribadi yang lebih sabar. Apakah kebiasaan itu hilang sepenuhnya? Belum! Sampai sekarang saya masih berjuang, dan jatuh, namun saya memilih untuk selalu bangkit lagi.
Perjuangan kita bukanlah tentang menjadi sempurna secara instan, melainkan tentang kesetiaan untuk terus memurnikan diri. Tuhan adalah penabur yang sabar, Ia memberikan kita waktu untuk bertobat. Mari kita gunakan waktu yang masih kita miliki untuk membiarkan rahmat Allah mencabut akar-akar keburukan dalam diri kita, hingga pada saat panen tiba, kita layak ditemukan sebagai gandum yang bernas di hadapan-Nya. (Vn).
Apa usahaku untuk mengikis benih-benih lalang yang tumbuh di dalam diriku?
No responses yet