Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Jumat, 4 September 2026
1 Kor 4:1-5
Mzm 37:3-6,27-28,39-40
Luk 5:33-39
Kantong Yang Baru
Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula. – Luk 5:38
Di jaman serba digital ini, media sosial seakan menjadi bagian tak terpisahkan dari hidup kita. Tak dipungkiri memang banyak manfaat dari media sosial dapat kita rasakan, termasuk dalam hal pewartaan. Berbagai macam pengajaran dan katekese yang dulu begitu sulit dipahami dan tidak banyak diketahui orang, sekarang dikemas dengan sangat menarik dan diviralkan melalui media sosial, sehingga makin banyak orang bisa belajar mengenal iman Katolik dengan lebih mudah dan menyenangkan.
Namun di sisi lain, media sosial seringkali digunakan untuk memviralkan hal-hal yang seharusnya tidak menjadi konsumsi publik. Berita yang belum tentu benar dibagikan secara masif hingga memicu perdebatan. Tanpa sadar, kita sering diajak untuk menjadi hakim atas sesama. Seperti orang-orang Farisi dalam bacaan Injil hari ini, kita seolah memiliki “mata yang jeli” untuk menemukan celah kesalahan orang lain, namun buta terhadap kebenaran di depan mata. Kita begitu asyik mengomentari kekurangan orang lain, padahal diri sendiri pun masih penuh cacat cela.
Melalui perumpamaan anggur dan kantong yang baru, Yesus mengajak kita untuk melakukan pembaruan batin. Anggur yang baru adalah semangat kasih, sukacita, dan pengampunan yang ingin kita bagikan. Namun, pesan- pesan mulia ini tidak bisa berdampak jika kita masih menggunakan “kantong lama” dalam berinteraksi, yaitu jempol yang cepat menghakimi, hati yang menyimpan dendam, dan pikiran yang senang mencari kesalahan.
Mengikuti Yesus di era digital ini berarti berani meninggalkan pola pikir lama yang suka menghakimi dan menggantinya dengan “kantong yang baru”, yaitu kerendahan hati dan sikap menghargai perbedaan di ruang public, bahkan dalam diri orang yang sulit kita terima sekalipun, sehingga media sosial dapat menjadi sarana untuk mewujudkan perdamaian. (Vn).
Apakah aku menggunakan media sosial dengan bijaksana untuk menebarkan kasih dan kebaikan bagi sesama?
No responses yet