Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Sabtu, 5 September 2026
1 Kor 4:6b-15
Mzm 145 :17-21
Luk 6:1-5
Sabat Untuk Tuhan
Kata Yesus lagi kepada mereka: “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.” – Luk 6:5
Injil hari ini mengungkapkan kegusaran orang Farisi karena Yesus dianggap melanggar aturan hari Sabat. Sebetulnya apakah hari Sabat itu? Dalam Yehezkiel 20:12 dikatakan bahwa, “Hari-hari sabat-Ku juga Kuberikan kepada mereka menjadi peringatan di antara Aku dan mereka, supaya mereka mengetahui bahwa Aku-lah Tuhan, yang menguduskan mereka”. Jadi hari Sabat itu jelas mengandung hubungan yang indah antara Tuhan dan manusia ciptaan-Nya. Dengan demikian manusia diajak untuk menjadikan hari Sabat sebagai waktu untuk merasakan kasih Allah yang hadir dalam hidupnya bersama dengan sesama dan alam semesta. Namun, pemuka agama Yahudi menafsir secara kaku dan terperinci serta memberi aturan-aturan tambahan yang malah membebani orang.
Yesus tidak bermaksud untuk melakukan pelanggaran terhadap hukum Sabat, sebaliknya Ia ingin mereka memahami nilai yang lebih dalam dari aturan itu. Yesus juga mengingatkan mereka saat Daud yang memakan roti sajian yang aturannya hanya boleh dimakan oleh imam, menunjukkan ada kalanya kebutuhan yang lebih diutamakan.
Dalam kehidupan kita, yang paling terasa adalah aturan di jalan raya. Apalagi saat anak-anak mulai berkendara sendiri di jalan raya, kami pun meluangkan waktu untuk mendampingi di masa-masa awalnya berkendara, karena teori tidak semudah atau sesederhana kenyataan. Saat ada kendaraan lain yang melewati batas, dapat menyebabkan kepanikan dan timbul emosi yang menyalahkan orang-orang yang tidak sesuai dengan aturan. Namun anak-anak pun harus belajar bahwa menyalahkan bukan solusi yang tepat, menegur pun juga dilandasi dengan niatan baik agar semua pihak sama-sama menjadi lebih baik.
Hukum Sabat itu lebih mengutamakan kasih Allah yang hadir. Oleh karena itu, marilah kita menjadikan hari Sabat untuk “beristirahat” dengan mendekatkan diri pada Yesus dalam Ekaristi, dalam setiap doa-doa dan perbuatan baik kita pada sesama dan alam ciptaan-Nya. (TS).
Apakah dalam mengikuti Yesus kita memaknai hari Sabat dengan penuh kasih dan pengertian?
No responses yet