Renungan Katolik “Bahasa Kasih”

Minggu, 3 Mei 2026

Hari Minggu Paskah V

Kis 6:1-7

Mzm 33:1-2,4-5,18-19

1 Ptr 2:4-9

Yoh 14:1-12

Percaya 

“Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.” – Yoh 14:1

Dalam Injil hari ini, para murid diliputi kegelisahan ketika Yesus mengatakan bahwa Ia akan pergi. Bagi para murid, sebagai orang Yahudi, Yesus adalah Mesias yang mereka harapkan akan membebaskan bangsa Israel dari penjajahan Romawi. Namun harapan itu kemudian seolah runtuh. Mereka bingung, takut, dan kecewa. Apalagi mereka telah meninggalkan segalanya untuk mengikuti Yesus. 

Dalam situasi itulah Yesus berkata dengan lembut namun tegas, “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.”

Rasa gelisah adalah pengalaman yang manusiawi. Kegelisahan bisa muncul dari dalam diri, seperti perubahan hormon, luka batin, kelelahan, atau pergulatan emosi. Bisa juga datang dari luar seperti karena menghadapi masalah dalam hidup, situasi yang tidak pasti, tuntutan untuk mengambil keputusan penting, atau ketakutan akan masa depan. Sayangnya, ketika gelisah, banyak orang memilih jalan yang keliru, seperti dengan terus-menerus menatap layar gawai, menenggelamkan diri dalam hiburan, menonton film, kecanduan alkohol, kecanduan obat, bahkan terjerumus pada kebiasaan yang merusak. Ada pula yang malah justru tenggelam dalam kegelisahan itu sendiri, memikirkannya tanpa henti hingga terjebak dalam overthinking. Baik lari maupun larut dalam kegelisahan tentu bukanlah jalan yang menyembuhkan.

Hari ini Yesus menawarkan jalan yang berbeda untuk orang yang gelisah. Ia berkata, “Akulah jalan, kebenaran, dan hidup” (Yoh.14:6). Dengan demikian jelas bahwa tanpa jalan, kita tidak bisa pergi dan tidak tahu ke mana harus melangkah. Tanpa kebenaran, kita sulit untuk mengambil keputusan yang tepat. Tanpa hidup, yang ada hanyalah kehampaan dan kematian. Maka ketika gelisah, berhentilah sejenak. Sadari apa yang menggelisahkan hati kita. Bawalah semuanya kepada Yesus. Tarik napas dalam-dalam, panggil nama-Nya yang ajaib itu, dan percayalah bahwa Ia mendengarkan.

Yesus selalu siap menyertai. Tinggal pertanyaannya: maukah kita percaya dan melangkah bersama-Nya? (AS).

Roh Kudus pimpinlah langkahku….

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *