Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Kamis, 7 Mei 2026
Kis 15:7-21
Mzm 96:1-3,10
Yoh 15:9-11
Sukacitaku Penuh
…supaya sukacitaKu ada didalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. – Yoh 15: 11
Bacaan Injil hari ini membahas bagaimana efek yang ditimbulkan ketika kita tinggal didalam pokok anggur dengan benar. Yesus adalah pokok anggur dan kita-lah ranting- rantingnya (Yoh 15: 5-16). Dalam renungan ini saya hanya ingin sharing satu poin dalam hidup saya tentang sukacita yang menjadi penuh.
Dalam suatu retret yang pernah saya ikuti dengan tema tentang pelayanan, salah satu sesi yang dibahas adalah tentang karakter manusia. Dari dulu sampai sekarang karakter saya lebih dominan pada sanguinis, yaitu tipe kepribadian exstrovert dengan ciri-ciri seperti: optimis, ceria, mudah bergaul, positif thinking, suka bersosialisasi dan masih banyak lagi. Dan teman-teman saya cenderung mengatakan bahwa saya ini orang yang selalu ceria,seperti orang yang hidupnya tidak
ada masalah.
Yang sebenarnya terjadi adalah dulu saya sering protes kepada Tuhan Yesus, mengapa masalah dan pergumulan terus datang bertubi-ubi dalam hidup saya seperti tidak ada habisnya. Namun seiring berjalannya waktu, saya semakin mengerti, ketika kita tinggal didalam pokok anggur yang benar, maka sekalipun banyak masalah dan pergumulan datang silih berganti, itu tidak membuat sukacita saya didalam Dia berkurang.
Setiap peristiwa hidup yang kita alami ada didalam rencana-Nya. Jika timbul rasa sedih, marah, kecewa tidak apa, tetapi jangan berlarut-larut. Jangan sampai peristiwa hidup yang tidak mengenakkan itu membuat sukacita kita berkurang sehingga menjadikan kita makin menjauh dari-Nya.
Teman melalui bacaan Injil hari ini, mari kita merefleksikannya, bagaimana kita menyikapi saat pergumulan hidup kita alami, apakah kita tetap bersukacita ataukah sebaliknya dipenuh keluhan? (AR).
Tuhan, jadikan sukacitaku penuh didalam-Mu, meskipun banyak masalah dan pergumulan yang datang silih berganti dalam hidupku.
No responses yet