Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Rabu, 9 September 2026
1 Kor 7:25-31
Mzm 45:11-12,14-17
Luk 6:20-26
Tidak Terikat
Pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu. – 1 Kor 7:31
Dalam Bacaan Pertama hari ini, Rasul Paulus menekankan agar kita tidak terikat dengan hal-hal yang bersifat duniawi karena waktu kita di dunia ini relatif singkat dan segala hal yang kita kenal pasti akan berlalu. Seandainya pun sebagai murid Kristus, kita harus mengalami penganiayaan oleh karena nama-Nya maka sudah sepatutnya kita justru berbangga karena penganiayaan yang kita terima oleh karena nama-Nya akan membawa kita pada kehidupan kekal bersama dengan-Nya.
Tidak mengikuti arus dunia memang bukan hal yang mudah. Mungkin jika kita tidak ikut arus dunia, kita memang tidak dianiaya secara fisik tapi bisa jadi kita menerima pengucilan, pengabaian yang terkadang membuat kita merasa sedih dan kecewa.
Ada masa dimana saya juga ingin mendapatkan validasi dari orang lain. Dulu saat masa-masa sekolah dan mengikuti kursus matematika, saya belajar dengan giat dan mendapat nilai baik agar guru saya bisa “melihat” saya. Awal saya ikut kursus, saya merasa pendapat saya diabaikan dan hanya teman saya yang mendapatkan nilai baik yang didengar dan dipedulikan. Itu memicu saya untuk membuktikan bahwa saya juga pintar dan mampu. Selepas masa sekolah, lalu masuk ke masa perkuliahan dan dunia bekerja, saya juga masih sering terjebak dengan perasaan haus akan validasi orang lain, sehingga membuat saya harus dapat melakukan hal-hal dengan sebaik mungkin.
Tidak sepenuhnya salah, namun hal itu membuat saya merasa lelah karena saya selalu berusaha menyenangkan orang lain agar mereka bisa menerima kehadiran saya dan mengakui kontribusi yang saya lakukan.
Maka, mulai sekarang mari kita belajar untuk memberikan yang terbaik tanpa mempedulikan respon dari orang lain. (Me).
Apakah aku masih haus akan validasi orang lain?
Persembahkanlah hal itu pada Tuhan dan mintalah agar Ia mengubah hatimu agar hanya fokus untuk menyenangkan hati-Nya saja.
No responses yet