Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Selasa, 8 September 2026
Pesta Kelahiran SP Maria
Mi 5:1-4a / Rm 8:28-30
Mzm 13:6abcd
Mat 1:1-16,18-23
Pemenuhan Janji-Nya
“Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” –yang berarti: Allah menyertai kita. – Mat 1:23
Hari ini seluruh Gereja di dunia merayakan “Pesta kelahiran Santa Perawan Maria”. Sehubungan dengan pesta ini mungkin terlintas dalam benak kita pertanyaan berikut: “Landasan pemikiran apa yang melatarbelakangi pesta ini?”
Kita tidak bisa langsung menjawab pertanyaan ini dengan menjelaskan peristiwa kelahiran Maria secara lengkap dan obyektif berdasarkan informasi dari dokumen – dokumen terpercaya Gereja seperti Alkitab. Yang mungkin bagi kita ialah melihat peranan dan kedudukan Maria di dalam rencana dan karya keselamatan Allah di dalam sejarah.
Tentang hal ini Gereja mengajarkan bahwa Allah – setelah kejatuhan manusia – menjanjikan seorang Penebus bagi umat manusia. Penebus itu adalah Anak-Nya sendiri. Untuk maksud luhur itu Allah membutuhkan kerjasama manusia; Allah membutuhkan seorang perempuan untuk mengandung dan melahirkan Anak-Nya. Kebenaran iman ini dikatakan Santo Paulus dalam suratnya kepada umat di Galatia: “… Setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang Perempuan …” (Gal 4:4). Siapa perempuan itu? Ia adalah Maria, seorang putri keturunan Abraham. Dari sini Gereja mengajarkan bahwa Maria telah ditentukan/dipersiapakan Allah sedari awal untuk mengandung dan melahirkan Anak-Nya. Untuk itu Maria suci sejak lahirnya dan diperkandungkan tanpa noda dosa asal. (sumber: https://www.imankatolik.or.id/kalender/8Sep.html ).
Saat membaca hal itu, saya semakin kagum pada Tuhan. Betapa detail Ia merancangkan segala sesuatunya. Kalau dilihat timeline-nya memang terasa sangat panjang dan lama tapi jika Tuhan sudah merancangkan sesuatu maka hal itu akan indah dan tepat. Dan, apa yang Ia janjikan pasti akan Ia tepati. Saya sungguh bersyukur memiliki Bunda Gereja seperti Bunda Maria. Sikap dan responnya terhadap rencana Allah Bapa patut kita teladani. (Me).
Sudahkah aku meneladani Bunda Maria yang taat mengikuti kehendak Allah dalam hidupku?
No responses yet