Renungan Katolik “Bahasa Kasih” ‎
Rabu, 11 Januari 2017

Ibr 2:14-18
Mzm 105:1-4,6-9
Mrk 1:29-39

SUDAH LEBIH DULU

Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai. – Ibr 2:18

‎Pengalaman pribadi dengan Tuhan baru saya alami menjelang lulus kuliah, dan pengalaman itu mengubah hidup saya secara total. Setelah mengalami kasih Tuhan dan mengenal Dia lebih dalam, ada kalanya saya menyesali mengapa saya terlambat mengenal dan mengalami kasih-Nya. Penyesalan ini datang karena dulu saya memandang hidup saya dengan kacamata berbeda.

‎Dulu, saya selalu menyesali hidup saya. Hampir tak pernah rasanya saya menemukan alasan mengapa saya ada di dunia ini. Absennya ekspresi kasih orang tua mengakibatkan luka yang dalam dan berpengaruh besar dalam hidup saya. Tak hanya satu atau dua kali saya mempertanyakan keberadaan saya dan ingin rasanya meninggalkan kehidupan di dunia ini.

‎Pengenalan akan Tuhan dan kasih-Nya memampukan saya untuk melihat hidup ini dengan cara yang baru dan benar. Saya percaya bahwa tidak ada satupun kejadian dalam hidup kita yang terjadi secara kebetulan atau di luar kehendak Tuhan. Semua yang kita alami, sekalipun itu menyakitkan, tapi Tuhan pasti punya rencana tersendiri atasnya. Tuhan mampu mendatangkan kebaikan dari pengalaman yang paling tidak mengenakkan sekalipun.

‎Nyatanya, banyak hal yang bisa saya bagikan dari pengalaman masa lalu saya kepada mereka yang juga mengalami hal yang sama. Saya berbicara atas dasar fakta kehidupan saya sendiri, bukan sekedar teori tanpa dasar. Dan hal itu menjadi satu nilai plus dalam pelayanan saya. Sekarang, saya mampu mensyukuri pengalaman pahit di masa lalu saya karena lewat itu saya bisa membantu mereka yang mengalami hal yang sama untuk melewati semua pergumulan tersebut. (Jc)

Bagaimana saya melihat pengalaman tidak menyenangkan dalam hidup saya?‎

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *