Renungan Katolik “Bahasa Kasih” ‎
Kamis, 12 Januari 2017

Ibr 3:7-14
Mzm 95:6-11
Mrk 1:40-45‎

RENCANA ALLAH

Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku. – Mrk 1:40

‎Beberapa waktu belakangan ini saya memiliki kekhawatiran berlebihan perihal keuangan. Tapi kenyataannya memang penghasilan kami tidak cukup untuk membayar tagihan. Seperti biasa, saya berdoa dan mulai mengeluh kepada Tuhan. Tuhan “tidak” menjawab. Tetapi saya mulai belajar bahwa selama ini saya hanya mengandalkan apa yang menjadi kekuatan saya. Dari situ saya mulai belajar mempercayai Tuhan lebih dari kemampuan saya. Tentu saja, saya juga berusaha untuk bekerja dengan lebih baik.

‎Dengan berbagi cerita ini, saya ingin mengajak para pembaca Bahasa Kasih untuk mulai belajar lebih percaya kepada Tuhan. Mungkin kita belum mendapat jawaban doa, tetapi kita akan belajar untuk percaya dan berserah bahwa Tuhan akan memberikan yang terbaik bagi kita. Itulah yang disebut harapan.

‎Ketika kita masih bisa berharap, akan ada jalan. Tetapi jika kita putus asa, semua jalan yang nampakpun seakan menjadi tertutup. Dari bacaan hari ini kita belajar untuk berani meminta, berharap, dan percaya bahwa Tuhan akan selalu memperhatikan diri kita. Tidak ada kata terlambat untuk percaya bahwa Tuhan selalu memberikan jalan yang terbaik. Mungkin saja bukan jalan seperti yang kita mau, tetapi percayalah bahwa itu adalah jalan terbaik yang dapat kita peroleh. Semua ini adalah misteri yang akan lihat indah pada waktunya. (An)

Apakah saya mengetahui rencana Tuhan dalam hidup saya?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *