Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Senin, 12 Juni 2017

2Kor 1:1-7
Mzm 34:2-9
Mat 5:1-12

TUHAN TIDAK BUAT KESALAHAN

Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. – Mat 5:8‎

Santo yang saya kagumi adalah Santo Yosef dari Cupertino, dari Italia selatan, pestanya tanggal 18 September. Ia diceritakan sebagai orang dengan keterbelakangan intelektual, yang tidak punya talenta apapun, selalu membuat kesalahan bahkan untuk tugas-tugas yang sederhana. Tapi sifat baik dalam dirinya adalah kerendahan hati dan kemurnian hatinya. Dari kebajikan inilah Santo Yosef menjadi sahabat yang berkenan kepada Tuhan dan Tuhan menunjukkan kemuliaan-Nya melalui dirinya.

Anak kedua saya memiliki keterbelakangan intelektual. Sebagai orang tua, kami seringkali merasa sedih membayangkan ia harus hidup di dunia sekarang yang penuh persaingan keras dan membutuhkan usaha keras untuk sekedar bertahan hidup. Ia hanya memiliki orang tuanya yang bisa memahami, mengasihi, dan menerimanya apa adanya. Kadang, muncul begitu banyak pertanyaan dalam hati kami kepada Tuhan.

Sebagai pengajaran-Nya yang pertama, Yesus memberikan Delapan Sabda Bahagia. Saya tahu hal ini sangat sulit untuk diikuti karena nilai-nilai ini bertentangan dengan apa yang dunia ajarkan. Namun melalui anak saya, justru saya dapat belajar lebih banyak lagi. Ia mengajar kami lebih banyak daripada guru dan pembimbing rohani kami. Kepolosan dan kemurnian jiwanya seperti sesuatu yang menular kepada kami. Ketergantungannya mengingatkan kami betapa kami harus bergantung kepada Bapa. Sukacita yang ia hadirkan membuat kami tahu bahwa ia adalah anugerah Tuhan bagi kami. Kami mempunyai harapan bahwa ia akan disempurnakan oleh Tuhan menurut apa yang Tuhan rancang dan anugerahkan kepadanya. (Pt)

Apakah saya melihat rencana Tuhan bagi saya?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *