Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Jumat, 14 Juli 2017

Kej 46:1-7,28-30
Mzm 37:3-4,18-19,27-28,39-40
Mat 10:16-23

BIJAKSANA

Sebab itu hendaklah kalian cerdik seperti ular, dan tulus seperti meparti. – Mat 10:16‎

Dalam era yang serba cepat, semua orang berlomba untuk dapat melebihi orang lain. Kalau bisa, jadilah yang pertama dan tidak terkalahkan. Terkadang, untuk mencapai tujuan itu, kita memilih untuk mengandalkan segala cara. Yesus sendiri mengajarkan kita untuk bersikap cerdik, namun juga tulus. Yang mengherankan, ular sering dipakai sebagai lambang kelicikan, lalu mengapa Yesus menasehati kita untuk cerdik seperti ular?

Menurut saya, Yesus ingin kita selalu menggunakan kemampuan berpikir kita untuk dapat melihat jawaban dan peluang bagi persoalan yang kita hadapi. Kita diutus di tengah dunia yang siap untuk menghancurkan kita, karena itu kita harus berhati-hati dengan semua ucapan dan tindakan yang kita lakukan. Oleh karena itu, kita harus menjadi cerdik seperti ular yang mampu melenturkan badannya menghadapi medan bahaya yang harus dihadapi. Namun kecerdikan tersebut hendaknya tidak berujung pada kelicikan demi kepentingan diri sendiri.

Pesan yang sangat dalam yang bisa terus kita maknai sepanjang perjalanan hidup kita. Saya percaya, kita semua masih terus belajar. Yang penting, kita terus setia mendengarkan firman dan ajaran-Nya, niscaya Tuhan akan berbicara secara pribadi tentang firman-Nya. (An)

Apa pesan Injil hari ini bagi saya?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *