Renungan Katolik “Bahasa Kasih”

Rabu, 14 Oktober 2026

Gal 5:18-25

Mzm 1:1-4,6

Luk 11:42-46

Hanya Memberi Persepuluhan

Tetapi celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan. –  Luk 11:42

Banyak dari kita yang merasa ketika sudah memberikan persepuluhan, kolekte, ataupun sumbangan di gereja, seperti menjadi seseorang yang berbeda. Seseorang yang harus dianggap layak dan dipandang baik. Seseorang yang pantas untuk menjadi anak Allah dan masuk ke kerajaan Sorga. Ataupun seseorang yang namanya perlu dipatri dan dipajang di pintu-pintu rumah ibadah, agar dilihat oleh orang-orang yang masuk dan mendapat perlakuan yang istimewa dari umat yang lain. Atau memberikan sumbangan ke rumah ibadah, sebagai ‘transaksional’ dengan Tuhan. Donasi yang diberikan untuk ‘membeli’ keberuntungan dan kesuksesan, kelancaran pekerjaan dan usaha. Atau donasi dianggap sebagai bayaran atas doa yang terkabul?

Segala sesuatu yang telah dan dimiliki kita sampai saat ini adalah semuanya kepunyaan Tuhan yang dipinjamkan kepada kita. Syukur kepada Allah jika memang kita dititipkan talenta yang banyak untuk dikelola dan dikembangkan sehingga memiliki banyak hal di dunia ini. Kesemuanya itu dimaksudkan agar kita dapat menjadi berkat perpanjangan tangan Tuhan untuk menunjukkan kasih-Nya bagi dunia ini. Karena semakin hebat dan berkelimpahan, tanggung jawab dan beban untuk membantu orang lain pun harus naik berbanding lurus dengan lebih banyak orang yang kita bantu.

Injil hari ini berpesan kepada kita, mengenai perihal memberi, yang tidak hanya berhenti disitu. Perlu diiringi dengan sikap dan hati untuk bergerak. Tidak cukup hanya dengan memberi persepuluhan. Tindakan kasih pun perlu kita tunjukkan secara nyata bagi orang di sekitar kita. Bukan hanya sekedar topeng yang kita pakai untuk pencitraan, tetapi usahakanlah dengan pertobatan pribadi kita, agar dapat menjadi semakin serupa dengan gambaran Allah di dunia ini. (MD).

Bapa, ampuni aku orang berdosa ini, yang terkadang berpikir cukup hanya dengan telah memberi.

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *