Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Kamis, 15 Oktober 2026
Pw St. Teresia dr Yesus
Ef 1:1-10
Mzm 98:1-6
Luk 11:47-54
Teladan St.Teresia dari Yesus
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu telah mengambil kunci pengetahuan; kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu halang-halangi.” – Luk 11:52
Hari ini kita memperingati pesta wajib Santa Teresia dari Yesus (lebih dikenal sebagai Santa Teresa dari Avila).
Sejak kecil Teresa gemar membaca kisah para martir dan bercita-cita menjadi santo. Pada usia sekitar dua puluh tahun, Teresa masuk Biara Karmel Inkarnasi di Ávila. Keputusan ini tidak mudah karena keluarganya, terutama ayahnya, sempat menentangnya. Setelah masuk biara, Teresa mengalami sakit yang sangat berat. Bahkan suatu waktu ia dianggap hampir meninggal. Pengalaman penderitaan fisik ini membentuk pandangannya tentang kesabaran, penyerahan diri kepada Allah dan keterbatasan manusia.
Sekitar tahun 1554 terjadi perubahan besar dalam hidup Teresa. Suatu hari ia berdoa di depan patung Kristus yang menderita. Saat memandang luka-luka Kristus, ia merasakan dengan sangat mendalam kasih Tuhan dan pengorbanan-Nya. Ia menulis bahwa pengalaman itu menghancurkan kekerasan hatinya. Sejak saat itu kehidupan doanya berubah. Cintanya kepada Tuhan semakin mendalam dan ia menyerahkan dirinya secara total kepada Tuhan. Otobiografinya menceritakan perjalanan pertobatan dan doanya.
Melalui karya-karya ini, Teresa mengajarkan bahwa doa bukanlah hak istimewa bagi segelintir orang, tetapi merupakan jalan yang dapat ditempuh setiap jiwa untuk bertemu dengan Tuhan yang hidup.
Di tahun-tahun terakhirnya, Teresa melanjutkan misinya, meskipun kondisi fisiknya semakin melemah. Saat melakukan perjalanan untuk mendirikan biara, ia jatuh sakit. Pada tahun 1582, perjalanan hidupnya di dunia berakhir. Kata-kata terakhirnya mencerminkan cinta mendalam yang telah membimbing seluruh hidupnya: “Tuhanku, sudah waktunya untuk pergi… saat yang telah lama kunantikan telah tiba.”
Semoga kita juga dapat membangun cinta mendalam kepada Allah didalam perjalanan hidup kita! (DN).
St.Teresa mengajarkan kepada kita bahwa doa merupakah hak istimewa setiap orang untuk bertemu dengan Tuhan yang hidup. Apakah kita sudah mengambil hak istimewa ini?
No responses yet