Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Rabu, 15 Februari 2017

Kej 8:6-13,20-22
Mzm 116:12-15,18-19
Mrk 8:22-26

JAMAHAN TUHAN

Yesus meletakkan lagi tangan-Nya pada mata orang itu, maka orang itu sungguh-sungguh melihat dan telah sembuh, sehingga ia dapat melihat segala sesuatu dengan jelas. – Mrk 8:25

Masa kecil saya dipenuhi dengan cukup banyak pengalaman yang melukai dan menyakitkan. Semua pengalaman itu tertanam dalam hati dan pikiran saya selama bertahun-tahun. Apalagi saya bukan berasal dari keluarga kristiani, sehingga saya tidak mendapat bimbingan dari orang tua untuk menghadapi dan mengatasinya.

Tanpa saya sadari pengalaman dan luka masa kecil tersebut ternyata mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam perkembangan diri dan pembentukan karakter saya. Pada masa-masa itu, saya seperti hidup dengan mengenakan kacamata kuda. Pandangan saya begitu terbatas dan saya melewatkan begitu banyak kesempatan untuk melihat sekeliling.

Pengalaman ketika saya mengalami jamahan Tuhan pertama kali lewat sebuah seminar menjadi sebuah titik tolak dalam hidup saya. Sejak itu saya merasa seperti dibawa masuk ke dalam suatu terang, seolah saya ditarik keluar dari kegelapan yang selama bertahun-tahun menjadi tempat persembunyian saya. Seketika itu juga saya dapat melihat dengan lebih jelas. Banyak hal yang tadinya seolah tersembunyi dari pandangan, sekarang menjadi tampak di permukaan.

Jamahan Tuhan menyembuhkan. Jamahan Tuhan membuat saya mampu melihat dengan lebih baik. Jamahan Tuhan membuat saya mampu mengerti lebih banyak. Jamahan Tuhan terus memproses saya untuk menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Jamahan Tuhan akan terus berlangsung dalam hidup saya, selama saya membuka diri dan membiarkan-Nya bekerja secara penuh dalam diri saya. (Jc)

Apa yang berubah dalam diri dan hidup saya setelah mengalami jamahan Tuhan?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *