Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Senin, 15 Juni 2026
1 Raj 21:1-16
Mzm 5:2-3,5-7
Mat 5:38-42
Bangkit, Kembali Kepada-Nya
Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. – Mat 5:39
Ajaran Tuhan Yesus selalu kontroversi menurut dunia. Boro- boro memberikan pipi satunya lagi agar ditampar juga, menghajar balik orang yang menampar kita rasanya lebih pas deh, karena mengalah itu seperti orang yang tidak ada harga dirinya.
Kadang saya merasa sangat kecil saat merenungkan ajaran-Nya dalam bacaan hari ini. Terasa sulit untuk melakukannya, karena seringkali yang lebih dulu muncul ketika merasa tersinggung adalah emosi, kalimat umpatan, dan sebisa mungkin mengurangi atau bahkan menghindari untuk tidak berinteraksi lagi dengan orang itu.
Namun, ketika ingin menghindar dari orang itu rasanya diri ini seperti seorang pengecut di hadapan Tuhan, dan sebaliknya ketika saya ambil sikap berusaha memperbaiki hati saya dari rasa jengkel, kesal, saya pun merasa lebih damai, sekalipun dengan perjuangan untuk menanggalkan ego, dan kemudian seperti ada yang membisikan kalimat “mengapa hidup yang hanya sebentar ini saya sia-siakan untuk berkutat dalam rasa jengkel terhadap orang lain, sementara orang itu belum tentu memikirkan saya. Dan pada akhirnya saya belajar dari setiap pengalaman tidak enak itu untuk saya jadikan sebagai guru dalam usaha berubah lebih baik, belajar lebih sabar.
Pesan Injil hari ini; saat pipi kananmu ditampar, berikan juga pipi kirimu bukan menyuruh agar kita membiarkan orang lain semakin melukai kita, namun dapat kita maknai sebagai sikap mengalah; berani ambil sikap mengampuni, dan kembali mengasihi orang itu. Dan Tuhan pun tidak meminta kita untuk dengan instan dalam proses tersebut, kita diberi waktu untuk berproses, sesuai dengan kemampuan kita masing-masing, yang terpenting terus berjuang untuk bangkit kembali kepada Kasih Allah; memaafkan, sabar, lemah lembut, dan murah hati.
Selamat berjuang kembali kepada Kasih Bapa. (In).
Apakah saya rindu mengalami kebangkitan hidup, dan siap mengampuni setiap orang yang pernah menyakiti saya?
No responses yet