Perjalanan kami ke Indonesia kali ini menjadi perjalanan yang sangat istimewa karena merupakan perjalanan pertama bersama Gio setelah melewati usia enam bulan. Namun, perjalanan yang kami bayangkan penuh sukacita ternyata diawali dengan banyak kebimbangan.
Dalam penerbangan dari Perth menuju Jakarta melalui Singapura, Gio sangat rewel. Meskipun sempat tertidur, setiap kali terbangun ia kembali menangis dan sulit ditenangkan. Hal yang sama terjadi pada penerbangan berikutnya dari Singapura ke Jakarta. Padahal kami sudah menyiapkan segala sesuatu yang kami pikir diperlukan: teether, berbagai mainan, susu, dan perlengkapan lainnya.
Keesokan harinya, kami melanjutkan perjalanan ke Bandung. Kami berangkat subuh untuk menghindari kemacetan, tetapi sepanjang perjalanan yang cukup panjang itu Gio kembali rewel. Jujur, saat itu saya mulai merasa ragu. Liburan masih panjang, dan saya bertanya tanya apakah seluruh perjalanan ini akan terus seperti ini.
Puji Tuhan, selama di Bandung semuanya berjalan lancar. Namun ketika kembali ke Jakarta dan mulai berkeliling, Gio masih beberapa kali rewel di dalam mobil. Yang bisa saya lakukan hanyalah berdoa dan berusaha menenangkannya dengan berbagai cara yang ada.
Tetapi sesuatu yang indah terjadi. Memasuki hari keenam di Jakarta, dan kemudian selama kami berada di Surabaya, Gio tidak rewel lagi. Dari pagi hingga malam ia terlihat nyaman, duduk tenang di mobil sambil memperhatikan dan mengeksplorasi lingkungan sekitarnya. Bahkan selama penerbangan pulang hingga kembali ke Perth, semuanya berjalan dengan sangat baik.
Pengalaman ini mengingatkan saya bahwa dalam hidup sering kali kita dihadapkan pada situasi yang membuat tidak nyaman. Mungkin karena pengalaman baru, mungkin juga karena keadaan yang sulit dan tidak kita mengerti ujungnya. Kita sudah mempersiapkan segala sesuatu sebaik mungkin, tetapi hasilnya tetap tidak sesuai harapan. Dalam situasi seperti itu, mudah bagi kita untuk mulai ragu dan kehilangan sukacita.
Namun Tuhan sering kali tidak langsung mengubah keadaan. Sebaliknya, Ia mengizinkan kita melewati proses tersebut untuk membentuk hati kita menjadi lebih sabar, lebih percaya, dan lebih berserah kepadaNya. Apa yang hari ini terasa berat dan membingungkan, suatu saat dapat kita lihat sebagai bagian dari rencana Tuhan yang baik.
“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yeremia 29:11)
(IVO)
No responses yet