Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Jumat, 16 Desember 2016

Yes 56:1-3a,6-8
Mzm 67:2-3,5,7-8
Yoh 5:33-36

MENJADI SAKSI

..tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia.. – Yoh 5:34

Mungkin masih jelas dalam ingatan kita pemberitaan yang cukup viral beberapa waktu lalu mengenai dugaana penistaan ayat Kitab Suci salah satu agama terbesar di Indonesia. Akibatnya sejumlah kelompok ormas melakukan demonstrasi besar-besaran untuk memprotes hal ini. Terlepas dari kemungkinan adanya unsur politik di belakangnya atau tidak, namun tujuan mereka saat itu adalah membela kebenaran ayat Kitab Suci mereka dari penistaan.

Merenungkan bacaan hari ini terasa menggelitik dan kontras dengan peristiwa di atas. Yesus mengatakan, “Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia…” Hidup Yesus adalah kesaksian itu sendiri. “Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya.” Kata kuncinya adalah “pekerjaan Bapa” dan “melaksanakannya”.

Kita sebagai orang Katolik seharusnya tahu apa yang Bapa minta untuk kit a kerjakan. Kita perlu berdoa dan membaca firman-Nya karena dari situlah Bapa menyatakan kehendak-Nya. Dari situlah kita diminta untuk melakukan kehendak-Nya sebagai suatu kesaksian yang menyenangkan hati-Nya.

Jadi, berdirilah teguh menjadi saksi-Nya, karena Tuhan sendirilah yang akan membela kesaksian umat-Nya. (Al)

Sudahkah saya menjadi saksi dalam melaksanakan kehendak Bapa? Jika belum, kendala apa yang saya alami?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *