Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Minggu, 18 Desember 2016

Yes 7:10-14
Mzm 24:1-6
Rm 1:1-7
Mat 1:18-24

PERANAN AYAH

Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. – Mat 1:20‎

Memiliki anak merupakan hal yang paling dinanti bagi pasangan suami istri. Tapi berbeda dengan pasangan Yusuf dan Maria, karena Maria sudah mengandung lebih dulu sebelum mereka menikah. Ada kebimbangan dalam diri Yusuf untuk tetap mengambil Maria sebagai istrinya atau harus menceraikannya. Melalui mimpi, Tuhan menguatkan Yusuf dan ia mengikuti perintah Tuhan itu.

Peranan Yusuf dalam rencana kelahiran Yesus seringkali dilupakan orang. Padahal Yusuf berperan besar dalam rencana Tuhan ini. Seandainya Yusuf menolak dan memutuskan untuk meninggalkan Maria seorang diri, belum tentu akan ada kelahiran Yesus. Adanya respon dari Yusuf yang mengambil perannya sebagai seorang suami dan ayah, maka rencana kelahiran Yesus bisa digenapi.

Ayah saya seorang pendiam. Yang ia lakukan adalah giat bekerja untuk membiayai kebutuhan kami sekeluarga. Urusan rumah tangga kepada ibu. Namun ayah selalu ada di saat saya membutuhkan kehadirannya. Saya masih ingat ketika kerusuhan beberapa tahun lalu, dengan segala upaya ayah berusaha untuk menjemput saya dan teman-teman supaya bisa pulang ke rumah dengan selamat. Ayah tidak banyak berkata-kata. Namun dengan sikap dan perbuatannya, ia menunjukkan bahwa ia adalah ayah yang luar biasa.

Bagaimana sosok dan peran ayah dalam kehidupan Anda? (Dn)

Sudahkah saya menjalankan peran saya sesuai kehendak Tuhan?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *