Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Kamis, 02 Maret 2017

Ul 30:15-20
Mzm 1:1-4,6
Luk 9:22-25

BERJALAN BERSAMA-NYA

Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga. – Luk 9:22‎

Jika kita refleksikan hidup kita setiap hari, tentunya kita semua mempunyai salib yang harus kita tanggung sesuai dengan ukuran menurut Allah bagi kita masing-masing. Lalu, bagaimana cara kita menanggapi setiap kesulitan yang kita hadapi sebagai bentuk silih agar kita dapat senantiasa hidup di dalam kemuliaan-Nya?

Ada kalanya saya mengeluh dan merasa kelelahan, namun ketika saya kembali masuk dalam hadirat-Nya, saya dapat memahami dengan cara pikir yang berbeda: Inilah hidup yang harus saya jalani, inilah jalan yang harus saya lalui bersama Tuhan, agar saya selalu berada di dalam rencana-Nya hingga akhir dan sampai ke tempat-Nya.

Mari kita ingat dan pandang setiap penderitaan yang Yesus lalui untuk memberikan keselamatan bagi kita. Sekalipun mungkin ada keluhan karena siksaan yang Ia alami, namun Ia terus berbalik kepada Bapa-Nya untuk menjalani semuanya dengan taat sampai akhir. Yesus sangat mengerti bahwa melalui penderitaan itu, maka manusia akan menerima kemuliaan Bapa-Nya.

Setiap penderitaan yang kita alami tidaklah sepadan dengan apa yang Yesus alami. Hidup di jalan Tuhan bukan sesuatu yang mudah, karena jalan Tuhan berbeda dengan jalan dunia. Bahkan kita terlihat bodoh di mata dunia karena berbeda dari mereka. Tapi yakinlah, kemuliaan Tuhan menaungi kita. Teruslah berbalik kepada Bapa yang senantiasa setia memberikan rahmat-Nya yang baru setiap hari. (In)

Terima kasih Tuhan atas salib-Mu, saya dapat belajar dari setiap penderitaan yang Engkau alami. Mampukan saya untuk berjalan memanggul salib dengan memegang tangan-Mu.

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *