Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Jumat, 03 Maret 2017

Yes 58:1-9a
Mzm 51:3-6,18-19
Mat 9:14-15

PUASA YANG DIKEHENDAKI ALLAH

..supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah. – Yes 58:7a

Bertahun-tahun saya berpantang dan berpuasa pada masa Prapaskah secara lahiriah. Tidak menyantap daging selama sebulan, mengisi amplop APP dan ikut Jalan Salib di gereja setiap Jumat malam. Saya melakukannya karena saya seorang Katolik. Itu saja.

Puasa tidak berarti jika tidak diungkapkan dengan penyesalan yang sungguh atas dosa. Tampak rendah hati di gereja namun bersikap kasar kepada orang di rumah merupakan sikap munafik. Sikap murah hati dan penuh belas kasih lebih disukai Allah daripada berpuasa namun masih menunjukkan sikap sombong, serakah, dan dikuasai hawa nafsu.

Pada masa Prapaskah tahun ini, Tuhan menyapa saya lebih dalam. Melalui ayat di atas, saya merasa Tuhan meminta saya untuk melakukan sesuatu yang lebih. Suatu perbuatan sederhana tetapi nyata, kecil tapi penuh arti dan belas kasih. Pada masa yang penuh rahmat ini, saya berjanji untuk melakukan hal-hal berikut:

  • Bersikap ramah kepada semua orang.
  • Menjawab WA dengan sopan sekalipun ada pertanyaan/perkataan yang mengundang emosi.
  • Mengurangi waktu istirahat dengan lebih banyak terlibat dalam acara yang membawa pertobatan di lingkungan.
  • Menerima dengan gembira dan mempersiapkan diri dengan baik bila diminta untuk membawa renungan.

Semoga puasa kita tahun ini membawa semangat pertobatan yang sungguh dan mendatangkan rahmat bagi jiwa kita sendiri maupun orang lain. (Yo)

Apakah saya sudah berpuasa dengan benar?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *